Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Digital Fitur PayLater dalam Membentuk Perilaku Konsumtif Remaja Pedesaan M.Dana; Saputra, Sepriadi; Pebriana, Rina
Jurnal Komunikasi Vol. 17 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v17i2.14110

Abstract

Perkembangan layanan keuangan digital melalui fitur PayLater telah mengubah cara remaja melakukan aktivitas konsumsi. Kemudahan transaksi yang didukung oleh komunikasi digital, seperti promosi, notifikasi, dan rekomendasi produk, berpotensi mendorong terbentuknya perilaku konsumtif, termasuk pada remaja di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi digital pada fitur PayLater dalam membentuk perilaku konsumtif remaja serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk mengendalikan perilaku tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap remaja pengguna PayLater di Desa Sungai Rebo, Banyuasin I, kemudian dianalisis menggunakan teori Uses and Gratifications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi digital pada fitur PayLater memenuhi kebutuhan kognitif melalui penyediaan informasi mengenai kemudahan layanan, kebutuhan afektif melalui kepuasan emosional saat berbelanja, kebutuhan integrasi personal melalui pemenuhan gaya hidup, serta kebutuhan integrasi sosial melalui pengaruh keluarga dan teman sebaya. Pemenuhan kebutuhan tersebut mendorong meningkatnya kecenderungan pembelian berdasarkan keinginan dan tren dibandingkan kebutuhan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengendalian diri, perencanaan keuangan, peningkatan literasi keuangan digital, serta penguatan peran keluarga merupakan upaya penting dalam mengurangi perilaku konsumtif remaja. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian mengenai komunikasi digital PayLater dalam konteks remaja pedesaan melalui perspektif Uses and Gratifications, yang masih relatif jarang dibahas dalam penelitian komunikasi.