Terung ungu (Solanum melongena L.) adalah jenis tanaman hortikultura yang dibudidayakan untuk buahnya. Terung ungu mengandung solasodine dan senyawa steroid yang dikenal berpotensi sebagai agen antikanker. Provinsi Jambi merupakan daerah potensial untuk budidaya terung ungu. Untuk meningkatkan produktivitas terung ungu, diperlukan teknik budidaya yang tepat, yaitu dengan pemupukan. Secara umum, petani di Indonesia sering menggunakan pupuk anorganik, namun penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus berdampak negatif pada lingkungan. Oleh karena itu, untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik, diperlukan penambahan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian berbagai konsentrasi POC dari kulit kopi pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu, dan untuk menentukan konsentrasi terbaik untuk hasil panen optimal. Penelitian ini dilakukan di Teaching Research Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jambi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan 5 perlakuan konsentrasi pupuk organik cair kulit kopi: 0, 15, 30, 45, dan 60 ml L-1, diulang 5 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah buah, diameter buah, bobot buah segar per buah, bobot buah segar per tanaman, dan hasil per hektar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi POC 30 ml L-1 berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, diameter buah, bobot buah segar per buah, bobot buah segar per tanaman, dan hasil per hektar.