Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of using textbooks to improve the literacy skills of inmates participating in the equivalency education program at the Community Learning Center (PKBM) of Class III Rangkasbitung Penitentiary. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews with 15 inmates across Package A, Package B, and Package C levels, classroom observations, and documentation. The findings reveal that the provision of structured textbooks since 2025 serves as an adaptive primary learning tool amidst strict restrictions on device and internet access within the correctional facility. The equal distribution of textbooks not only assists tutors in instructional delivery but also accelerates inmates' functional literacy skills, including reading fluency, understanding written instructions, and vocabulary enrichment. Furthermore, the utilization of textbooks fosters independent study habits in residential cells, enhances learning motivation, and restores self-confidence. Thus, the textbook-based literacy program proves effective as an instructional medium that empowers inmates academically and psycologically during their period of confinement. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan buku paket dalam meningkatkan kemampuan literasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti program pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lapas Kelas III Rangkasbitung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dihimpun melalui wawancara mendalam terhadap 15 warga binaan dari jenjang Paket A, Paket B, dan Paket C, observasi kegiatan kelas, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan buku paket terstruktur sejak tahun 2025 menjadi sarana belajar utama yang sangat adaptif di tengah pembatasan akses gawai dan internet di lingkungan lapas. Ketersediaan buku paket secara merata tidak hanya mempermudah tutor dalam menyampaikan materi, tetapi juga mengakselerasi kemampuan literasi fungsional warga binaan, seperti kelancaran membaca, pemahaman instruksi tertulis, dan pengayaan kosakata. Selain itu, penggunaan buku paket mampu menumbuhkan kebiasaan belajar mandiri di kamar hunian, meningkatkan motivasi, serta memulihkan rasa percaya diri warga binaan. Dengan demikian, program literasi berbasis buku paket terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang memberdayakan warga binaan secara akademik dan psikososial selama menjalani masa penahanan.