Aurellia Nabila Ramadhani
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perubahan Keterampilan Motorik Kasar Anak Setelah Penerapan Senam Anak Indonesia Hebat: Studi Pre-Eksperimental Pada Kelompok B Aurellia Nabila Ramadhani; Ine Nirmala; Dewi Siti Aisyah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19285

Abstract

Abstract: Gross motor stimulation is essential in early childhood, yet preliminary observation at RA Asy-Syuhada showed that 11 of 20 children (55%) still required support in balance, flexibility, agility, coordination, and endurance. This study examined changes in gross motor skills after participation in Senam Anak Indonesia Hebat. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed with 20 children aged 5–6 years from class B2, selected purposively because the class showed the most prominent gross motor difficulties. Data were collected using structured observation and documentation. The observation instrument initially consisted of 26 items rated on a four-point developmental scale; item analysis identified 19 valid items, while the full instrument showed high internal consistency (Cronbach’s alpha = 0.875). The intervention was conducted in eight meetings and incorporated warm-up, core rhythmic movements, and cool-down activities. The mean score increased from 56.55 (SD = 10.48) at pretest to 68.90 (SD = 3.21) at posttest, with a mean gain of 12.35 points. Residual scores were normally distributed (Kolmogorov–Smirnov p = 0.200). A paired-samples t-test indicated a statistically significant difference, t(19) = 7.277, p < 0.001, 95% CI [8.798, 15.902], with a large paired effect size (dz = 1.63). These findings indicate a substantial improvement after the program. However, because no control group was used, the result should be interpreted as evidence of pre–post change rather than definitive causality. Abstrak: Stimulasi motorik kasar penting pada masa kanak-kanak awal, tetapi observasi awal di RA Asy-Syuhada menunjukkan bahwa 11 dari 20 anak (55%) masih memerlukan dukungan pada aspek keseimbangan, kelenturan, kelincahan, koordinasi, dan daya tahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan keterampilan motorik kasar setelah anak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 20 anak usia 5–6 tahun pada kelas B2 yang dipilih secara purposif karena menunjukkan permasalahan motorik kasar paling dominan. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan dokumentasi. Instrumen observasi awal terdiri atas 26 butir dengan skala perkembangan empat tingkat; hasil analisis butir menunjukkan 19 butir valid, sedangkan reliabilitas keseluruhan instrumen tergolong tinggi (Cronbach’s alpha = 0,875). Intervensi dilakukan selama delapan pertemuan yang meliputi pemanasan, gerakan inti berirama, dan pendinginan. Rata-rata skor meningkat dari 56,55 (SD = 10,48) pada pretest menjadi 68,90 (SD = 3,21) pada posttest, dengan selisih rata-rata 12,35 poin. Data residual berdistribusi normal (Kolmogorov–Smirnov p = 0,200). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(19) = 7,277, p < 0,001, IK 95% [8,798, 15,902], dengan ukuran efek berpasangan yang besar (dz = 1,63). Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang substansial setelah program. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, hasil harus dimaknai sebagai perubahan sebelum dan sesudah intervensi, bukan bukti kausal yang definitif.