Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Make A Match terhadap Keaktifan Belajar Siswa di SMPN 1 Kotabaru Karawang Anita Aprilia Rachman; Astuti Darmiyati; Dewi Siti Aisyah
Intelektualita Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v9i2.6793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran make a match terhadap keaktifan belajar siswa di SMPN 1 Kotabaru Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei kelembagaan sekolah. Populasi penelitian sebanyak 200 siswa dengan menggunakan teknik sampling purposive kelas VII H. Jenis data yang digunakan yaitu data nominal, data interval, dan data rasio. Sedangkan instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, test dan dokumentasi. Teknik analisis data nya menggunakan distribusi frekuensi, uji normalitas, uji autokorelasi, uji korelasi, uji determinasi, dan uji regresi linearitas sederhana. Hasil yang dianalisis sebagai berikut: 1). Penggunaan model pembelajaran make a match, 2). Keaktifan belajar siswa kelas VII, 3). Adanya pengaruh model pembelajaran make a match terhadap keaktifan belajar siswa yang signifikan kelas VII di SMPN 1 Kotabaru Karawang.
Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing terhadap Motivasi Belajar Siswa Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Kotabaru Gina Himatul Aliyah; Astuti Darmiyanti; Dewi Siti Aisyah
Intelektualita Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v9i2.6797

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran snowball throwing terhapad motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian Kuantitatif. Hasil penelitian tersebut menentukan bahwa Ada Pengaruh yang signifikan antara Variabel model pembelajaran snowball throwing terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP N 1 Kotabaru. Hal ini dapat di ketahui dari analisis data secara menyeluruh. Berdasarkan Uji hipotesis asosiatif atau hubungan dua variabel yang datanya bersekala interval atau rasio maka menggunakan korelasi Product Moment dengan menggunakan SPSS tipe 16.0 hasil perhitungan dari 40 siswa kelas VII sebesar 0,732 dengan nilai p=0,000 hal ini menunjukkan bahwa hubungan kedua varibel tersebut kuat, yaitu berada pada interval 0,600-0,799. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran snowball throwing terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP N 1 Kotabaru. Hal ini dibuktikan Dengan derajat pengaruh sebesar 46,5% artinya masih terdapat 53,5% faktor lain yang bisa mempengaruhi atau memberikan kontribusi kepada motivasi belajar siswa. Mulyasa, E. 2016. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. UU RI Nomor 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional 2003. Jakarta: Cemerlang. Padjrin, P. (2016). Pola Asuh Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Intelektualita: KeIslaman, Sosial Dan Sains, 5(1), 1 - 14. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/intelektualita.v5i1.720 Zaini, H., Hadi, A., Sofyan, F. A., & Hamzah, A. (2021). Covid-19 and Islamic Education in School: Searching for Alternative Learning Media. Webology, 18(1). Suprijono, Agus. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar. 2012.
Potensi Bahasa Anak Usia Dini 5-6 Tahun Melalui Metode Bercerita Salwa Habibatullah; Astuti Darmiyanti; Dewi Siti Aisyah
PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 02 (2021): PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/paud-lectura.v4i02.5315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dalam hal potensi bahasa anak usia 5-6 tahun, serta mengetahui keterkaitan antara potensi bahasa anak 5-6 tahun melalui metode bercerita dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam potensi bahasa anak usia 5-6 tahun melalui metode bercerita. Jenis penelitian ini adalah bibliografi, Data yang dikumpulkan dalam studi ini adalah dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data diperoleh dari riset kepustakaan (library research) Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan teknik analisa kualitatif dengan cara deduktif. Maka hasil penelitian bahwa metode bercerita sangat berperan penting dalam potensi bahasa pada anak usia dini, Keterkaitan antara potensi bahasa anak usia dini melalui metode bercerita yaitu dengan metode bercerita anak usia dini dapat melatih daya tangkap anak, dengan adanya interaksi serta komunikasi dengan teman sebaya dan orang dewasa lainnya akan menambah kosa kata anak dalam kemampuan berbahasa pada anak. suasana belajar di kelas akan memepengaruhi anak dalam menangkap cerita,baik bisa menjadi factor pendukung bahkan terkadang tidak kondusif menjadi faktor penghambat.
PEMANFAATAN PLATFORM CANVA DALAM MENDESAIN BAHAN AJAR ‘PUZZLE DIGITAL’ BAGI GURU SEKOLAH DASAR Ramlah Ramlah; Dewi Siti Aisyah; Siti Mutmainah; Eri Manuri; Niken Nurul Azizah; Omiyati Oman Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12869

Abstract

ABSTRAKPembelajaran abad 21 melibatkan teknologi sebagai sarana untuk pendidikan. Dalam hal ini, guru sebagai agen perubahan harus mampu menguasai kompetensi teknologi, tidak terkecuali guru Sekolah Dasar (SD). Peningkatan kompetensi digital guru, salah satunya dapat dilakukan melalui kegiatan merancang dan menghasilkan perangkat ajar digital yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa serta tujuan pembelajaran. Canva sebagai platform yang dapat digunakan guru SD untuk mendesain bahan ajar yang menarik seperti “lembar evaluasi” puzzle digital. Oleh karena itu, bahan ajar digital menjadi kebutuhan prioritas yang harus disediakan oleh para guru SD. Kegiatan PkM dilakukan di SDN Kiara 2 Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Peserta adalah para guru SDN Kiara 1 dan 2 yang berjumlah 9 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi canva serta meningkatkan kompetensi para guru dalam mendesain bahan ajar berbasis puzzle digital. Metode pelatihan dan pendampingan berbasis blended learning digunakan untuk pencapaian tujuan. Hasil kegiatan memberikan implikasi yang berarti, yakni: 1) 71,4% guru tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikan canva; 2) 100% guru menghasilkan bahan ajar puzzle digital berupa lembar evaluasi. Bahan ajar tersebut dapat diimplementasikan kepada siswa sebagai lembar evaluasi yang efektif dan menyenangkan. Secara umum berimplikasi pada ketercapaian tujuan pembelajaran. Kata kunci: bahan ajar; canva; digital; platform; puzzle. ABSTRACT21st century learning involves technology as a means of education. In this case, teachers as agents of change must be able to master technological competencies, including elementary school (SD) teachers. Increasing teacher digital competence, one of which can be done through activities to design and produce digital teaching tools that are in accordance with the characteristics and needs of students and learning objectives. Canva is a platform that elementary teachers can use to design engaging teaching materials such as digital puzzle “evaluation sheets”. Therefore, digital teaching materials are a priority requirement that must be provided by elementary school teachers. PkM activities are carried out at SDN Kiara 2 Cilamaya Kulon, Karawang Regency, West Java. The participants were 9 teachers at SDN Kiara 1 and 2. This activity aims to introduce the Canva application and increase the competence of teachers in designing digital puzzle-based teaching materials. Blended learning-based training and mentoring methods are used to achieve goals. The results of the activity have significant implications, namely: 1) 71.4% of teachers have no difficulty operating Canva; 2) 100% of teachers produce digital puzzle teaching materials in the form of evaluation sheets. These teaching materials can be implemented to students as an effective and fun evaluation sheet. In general, it has implications for the achievement of learning objectives. Keywords: canvas; digital; platforms; puzzles; teaching materials.
Perubahan Keterampilan Motorik Kasar Anak Setelah Penerapan Senam Anak Indonesia Hebat: Studi Pre-Eksperimental Pada Kelompok B Aurellia Nabila Ramadhani; Ine Nirmala; Dewi Siti Aisyah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19285

Abstract

Abstract: Gross motor stimulation is essential in early childhood, yet preliminary observation at RA Asy-Syuhada showed that 11 of 20 children (55%) still required support in balance, flexibility, agility, coordination, and endurance. This study examined changes in gross motor skills after participation in Senam Anak Indonesia Hebat. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed with 20 children aged 5–6 years from class B2, selected purposively because the class showed the most prominent gross motor difficulties. Data were collected using structured observation and documentation. The observation instrument initially consisted of 26 items rated on a four-point developmental scale; item analysis identified 19 valid items, while the full instrument showed high internal consistency (Cronbach’s alpha = 0.875). The intervention was conducted in eight meetings and incorporated warm-up, core rhythmic movements, and cool-down activities. The mean score increased from 56.55 (SD = 10.48) at pretest to 68.90 (SD = 3.21) at posttest, with a mean gain of 12.35 points. Residual scores were normally distributed (Kolmogorov–Smirnov p = 0.200). A paired-samples t-test indicated a statistically significant difference, t(19) = 7.277, p < 0.001, 95% CI [8.798, 15.902], with a large paired effect size (dz = 1.63). These findings indicate a substantial improvement after the program. However, because no control group was used, the result should be interpreted as evidence of pre–post change rather than definitive causality. Abstrak: Stimulasi motorik kasar penting pada masa kanak-kanak awal, tetapi observasi awal di RA Asy-Syuhada menunjukkan bahwa 11 dari 20 anak (55%) masih memerlukan dukungan pada aspek keseimbangan, kelenturan, kelincahan, koordinasi, dan daya tahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan keterampilan motorik kasar setelah anak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 20 anak usia 5–6 tahun pada kelas B2 yang dipilih secara purposif karena menunjukkan permasalahan motorik kasar paling dominan. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan dokumentasi. Instrumen observasi awal terdiri atas 26 butir dengan skala perkembangan empat tingkat; hasil analisis butir menunjukkan 19 butir valid, sedangkan reliabilitas keseluruhan instrumen tergolong tinggi (Cronbach’s alpha = 0,875). Intervensi dilakukan selama delapan pertemuan yang meliputi pemanasan, gerakan inti berirama, dan pendinginan. Rata-rata skor meningkat dari 56,55 (SD = 10,48) pada pretest menjadi 68,90 (SD = 3,21) pada posttest, dengan selisih rata-rata 12,35 poin. Data residual berdistribusi normal (Kolmogorov–Smirnov p = 0,200). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(19) = 7,277, p < 0,001, IK 95% [8,798, 15,902], dengan ukuran efek berpasangan yang besar (dz = 1,63). Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang substansial setelah program. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, hasil harus dimaknai sebagai perubahan sebelum dan sesudah intervensi, bukan bukti kausal yang definitif.
Kegiatan Menjahit Tematik untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di Ra Al-Muttaqin Rhahmi Rhamadani; Astuti Darmiyanti; Dewi Siti Aisyah
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19214

Abstract

Abstract: This classroom action research examined the use of thematic sewing activities to improve the fine motor skills of children aged 4–5 years at RA Al-Muttaqin. Ten children in Group A participated in two action cycles based on the Kemmis and McTaggart model, comprising planning, action, observation, and reflection. Data were collected through structured observation, teacher interviews, and documentation, and were analyzed descriptively using quantitative recapitulation and qualitative interpretation. The observed indicators included hand–eye coordination, accuracy in inserting yarn through holes, finger flexibility, ability to follow a pattern, and task completion. Across the action cycles, children showed progressively better control of finger movements, more consistent visual–motor coordination, greater accuracy in following sewing patterns, and increased independence in completing tasks. Improvement was more evident in the second cycle after repeated demonstrations, guided practice, and the use of child-friendly materials such as plastic needles, perforated cardboard, and colored wool yarn. The findings indicate that developmentally appropriate sewing activities can provide repeated visual–motor practice while maintaining children’s engagement in a meaningful thematic context. The activity may therefore be used as an alternative classroom strategy for supporting fine motor development in early childhood education. Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini mengkaji penggunaan kegiatan menjahit tematik untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4-5 tahun di RA Al-Muttaqin. Subjek penelitian terdiri atas 10 anak kelompok A. Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara dengan guru, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui rekapitulasi kuantitatif dan interpretasi kualitatif. Indikator yang diamati meliputi koordinasi mata dan tangan, ketepatan memasukkan benang ke lubang, kelenturan gerakan jari, kemampuan mengikuti pola, dan penyelesaian tugas. Hasil observasi menunjukkan perkembangan bertahap pada kontrol gerak jari, koordinasi visual-motor, ketepatan mengikuti pola jahitan, serta kemandirian anak dari pra-tindakan hingga siklus II. Perbaikan pada siklus II tampak lebih konsisten setelah guru mengulang demonstrasi, memberikan latihan terbimbing, dan menggunakan media yang aman berupa jarum plastik, karton berlubang, serta benang wol berwarna. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan menjahit yang disesuaikan dengan tahap perkembangan dapat menjadi latihan visual-motor yang berulang sekaligus menarik bagi anak. Kegiatan tersebut dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk mendukung perkembangan motorik halus pada pendidikan anak usia dini.