Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PENGGUNAAN QRIS DALAM TRANSAKSI DIGITAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH Mawar Jannati Al Fasiri; Alfi Rahmah; Erni Erni; Haerul Ihsan; Intan Nabila; Maesaro Sulandani
AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics Vol. 4 No. 1 (2026): AB-JOIEC
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61553/abjoiec.v4i01.1175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai risiko yang timbul dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap 22 referensi yang terdiri atas artikel jurnal ilmiah, buku, publikasi resmi Bank Indonesia, publikasi media berbasis data, dan kajian mengenai Fatwa DSN-MUI yang berkaitan dengan transaksi digital syariah. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh sintesis mengenai risiko penggunaan QRIS dalam perspektif manajemen keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS memiliki potensi besar dalam mendukung sistem pembayaran digital yang efisien, cepat, transparan, aman, dan inklusif, serta sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai risiko, meliputi risiko operasional akibat gangguan sistem dan kesalahan pengguna, risiko teknologi yang berkaitan dengan keandalan infrastruktur digital, serta risiko keamanan data yang mencakup ancaman terhadap kerahasiaan dan integritas informasi pengguna. Oleh karena itu, pengelolaan risiko perlu dilakukan secara komprehensif melalui penerapan prinsip kehati-hatian (prudential), keadilan ('adl), amanah, transparansi, dan maqāṣid syariah agar tercipta sistem pembayaran digital yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QRIS dapat menjadi instrumen pembayaran digital yang mendukung perkembangan ekonomi syariah di Indonesia apabila didukung oleh penguatan manajemen risiko, keamanan teknologi, literasi digital masyarakat, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap transaksi.
Pemberdayaan UMKM  melalui Optimalisasi Multiplatform Media Sosial sebagai Media Pemasaran Digital Mawar Jannati Al Fasiri; Kartika Novitasari; Karlina Karlina
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i3.2426

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Cirebon dalam memanfaatkan multi-platform media sosial sebagai media pemasaran digital. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah pemanfaatan media sosial yang masih terbatas, terutama dalam pembuatan konten, pengelolaan akun, pemilihan platform, interaksi dengan konsumen, dan evaluasi aktivitas pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, persiapan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta monitoring aktivitas media sosial peserta. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026 di Balai Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, dengan sasaran pelaku UMKM di wilayah Cirebon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pemasaran digital, strategi multi-platform, pembuatan konten, optimalisasi akun media sosial, interaksi dengan konsumen, serta pemanfaatan fitur analitik. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan konten dan pengelolaan media sosial secara lebih terstruktur dan memahami pentingnya penggunaan platform yang sesuai dengan karakteristik usaha dan target konsumen. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan dapat menjadi strategi pemberdayaan yang efektif dalam meningkatkan kapasitas digital UMKM. Keberlanjutan kegiatan melalui monitoring dan pendampingan lanjutan diperlukan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dan berkontribusi terhadap perluasan pasar serta peningkatan daya saing UMKM.