Sri Sulami Endah Astuti
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI KOMPARASI TEPUNG KACANG KEDELAI VARIETAS DEGA-1 DAN TEPUNG KACANG TANAH VARIETAS TALAM-1 SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans Chantya Zhafira Rafa; Retno Sasongkowati; Sri Sulami Endah Astuti; Pestariati Pestariati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.13290

Abstract

Candida albicans is an opportunistic fungus causing superficial mycoses commonly found in tropical regions with high humidity, traditionally cultured using Sabouraud Dextrose Agar (SDA) which is relatively expensive. This study aimed to evaluate and compare the growth effectiveness of Candida albicans on alternative media formulated from Dega-1 soybean flour and Talam-1 peanut flour. This experimental laboratory study utilized variations in soybean flour mass (0.4, 0.8, and 1.6 g) and peanut flour mass (0.3, 0.6, and 1.2 g), with fungal growth evaluated via the Total Plate Count (TPC) method and colony morphology observations. Statistical analysis revealed significant differences among mass variations in soybean flour media (p = 0.015) and peanut flour media (p = 0.000). Optimal growth was achieved at 0.8 g for soybean flour (mean 69 × 10¹⁰ CFU/mL) and 1.2 g for peanut flour (mean 52 × 10¹⁰ CFU/mL), with an independent t-test confirming no significant difference between these two optimal formulations (p = 0.056). Macroscopic and microscopic evaluations on both alternative media were fully consistent with the characteristic morphology of Candida albicans. In conclusion, 0.8 g of soybean flour and 1.2 g of peanut flour demonstrate high potential as effective, economical, and viable alternative media to substitute SDA in fungal cultivation. ABSTRAK Candida albicans merupakan jamur oportunistik penyebab infeksi mikosis superfisialis yang umum ditemukan di daerah tropis berkelembapan tinggi dan biasanya dikultur menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) yang relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serta perbedaan pertumbuhan Candida albicans pada media alternatif tepung kacang kedelai varietas Dega-1 dan tepung kacang tanah varietas Talam-1. Penelitian eksperimental laboratorik ini menggunakan variasi massa tepung kedelai (0,4; 0,8; 1,6 g) dan tepung kacang tanah (0,3; 0,6; 1,2 g) dengan pengamatan pertumbuhan melalui metode Total Plate Count (TPC) serta pemeriksaan morfologi koloni. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar variasi massa pada media tepung kedelai (p = 0,015) dan media tepung kacang tanah (p = 0,000). Pertumbuhan optimal diperoleh pada media tepung kedelai massa 0,8 g (rerata 69 × 10¹⁰ CFU/mL) dan media tepung kacang tanah massa 1,2 g (rerata 52 × 10¹⁰ CFU/mL), dengan uji independent t-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua formulasi terbaik tersebut (p = 0,056). Pengamatan morfologi makroskopis dan mikroskopis pada kedua media alternatif menunjukkan kesesuaian penuh dengan karakteristik khas Candida albicans. Disimpulkan bahwa tepung kedelai 0,8 g dan tepung kacang tanah 1,2 g berpotensi tinggi sebagai media alternatif yang efektif, ekonomis, dan efisien untuk menggantikan SDA dalam kultur jamur.