Ida Merry Rumanasen
Universitas Cenderawasih

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SORENDIWERI KABUPATEN SUPIORI Ida Merry Rumanasen; Novita Mediati; Sarce Makaba; Muhammad Akbar Nurdin
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.14379

Abstract

Malaria remains a major public health problem in endemic areas, including Supiori Regency, Papua, with pregnant women representing a vulnerable population due to the increased risk of infection and pregnancy-related complications. This study aimed to analyze the association between behavioral factors, including knowledge level, use of insecticide-treated bed nets, nighttime outdoor activities, and mosquito repellent use, and malaria incidence among pregnant women in the working area of Sorendiweri Community Health Center, Supiori Regency. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 43 pregnant women (n = 43) selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires and medical records, then analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a 95% confidence level. The strength of association was expressed as the Prevalence Ratio (PR). The results showed that knowledge level (p = 0.971), use of insecticide-treated bed nets (p = 0.665), nighttime outdoor activities (p = 0.343), and mosquito repellent use (p = 0.193) were not significantly associated with malaria incidence among pregnant women. However, nighttime outdoor activities demonstrated a higher tendency of risk (PR = 2.400). It can be concluded that malaria incidence among pregnant women in endemic areas is likely to be more strongly influenced by environmental conditions and vector density than by individual behavioral factors. Therefore, integrated health promotion, vector control, and consistent use of insecticide-treated bed nets should continue to be strengthened. ABSTRAK Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis, termasuk Kabupaten Supiori, Papua, dengan ibu hamil sebagai kelompok yang rentan mengalami komplikasi akibat infeksi malaria. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor perilaku, meliputi tingkat pengetahuan, penggunaan kelambu berinsektisida, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, dan penggunaan obat nyamuk, dengan kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sorendiweri Kabupaten Supiori. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 ibu hamil (n = 43) yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%, dengan kekuatan hubungan dinyatakan sebagai Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan (p = 0,971), penggunaan kelambu berinsektisida (p = 0,665), kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p = 0,343), dan penggunaan obat nyamuk (p = 0,193) tidak berhubungan secara bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Meskipun demikian, kebiasaan keluar rumah pada malam hari menunjukkan kecenderungan risiko yang lebih tinggi (PR = 2,400). Disimpulkan bahwa kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah endemis kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kepadatan vektor dibandingkan faktor perilaku individu. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, pengendalian vektor, serta peningkatan penggunaan kelambu berinsektisida secara konsisten tetap perlu diperkuat.