Pasar tradisional mingguan memiliki peran yang penting dalam sistem tata guna lahan dan menyebabkan tarikan pergerakan lalu lintas yang cukup tinggi di suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengunjung, menganalisis faktor yang memengaruhi tarikan pergerakan, dan mendapatkan model tarikan pergerakan pada tiga pasar tradisional mingguan di Kota Palu, yaitu Pasar Lasoani, Pasar Tipo, dan Pasar Bulili. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data primer dan data sekunder berupa peta Kota Palu, jam operasional pasar, dan denah lokasi studi. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik sampling incidental, dengan jumlah sampel minimal 80 responden per lokasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan metode stepwise dibantu perangkat lunak Microsoft Excel, untuk memperoleh model terbaik berdasarkan tingkat signifikansi (P-value) dan nilai Adjusted R2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi tarikan pergerakan berbeda pada tiap pasar: Pasar Lasoani dipengaruhi oleh waktu tempuh dan biaya perjalanan dari rumah ke pasar; Pasar Bulili dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga, waktu tempuh, biaya perjalanan, dan biaya belanja; sedangkan Pasar Tipo dipengaruhi oleh pendapatan rata-rata rumah tangga per bulan dan waktu tempuh. Model tarikan pergerakan terbaik yang dihasilkan untuk Pasar Lasoani ialah Y = -0,024 + 0,568X4 + 0,164X5 (Adjusted R2 = 62,6%); Pasar Bulili ialah Y = 0,496 - 0,153X2 + 0,616X4 - 0,099X5 + 0,054X7 (Adjusted R2= 57,0%); dan untuk Pasar Tipo ialah Y = -0,187 + 0,183X1 + 0,612X4 (Adjusted R2 = 77,2%). Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan pengelola pasar dalam penataan kawasan pasar, khususnya terkait penyediaan lahan parkir dan pengaturan lalu lintas di sekitar pasar.