Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN EXOSKELETON UNTUK REHABILITASI KAKI PENDERITA STROKE HEMIPARESIS Anum Kusuma Lendie; Dhika Aditya Purnomo; Am Maisarah Disrinama
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol. 9 No. 1 (2025): 9th Proceedings of Conference on Design Manufacture Engineering and its Applica
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cdma.v9i1.3640

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, dengan prevalensi hemiparesismencapai 70–80 persen dari total kasus. Hemiparesis menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh yang berdampak signifikan terhadap kemampuan berjalan dan keseimbangan. Meskipun berbagai alat bantu sederhana seperti tongkat dan walker banyak digunakan, alat-alat tersebut umumnya hanya berfungsi sebagai penopang pasif tanpa mendukung gerakan rehabilitatif secara optimal. Sementara itu, exoskeleton aktif dinilai efektif dalam rehabilitasi intensif, namun memiliki keterbatasan berupa biaya tinggi, bobot besar, dan ketergantungan pada tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan merancang exoskeleton pasifuntuk rehabilitasi kaki penderita stroke hemiparesis yang mengedepankan aspek fungsional, kenyamanan, dan kesesuaian dengan kebutuhan penderita. Proses perancangan mengikuti metode Ulrich, mencakup identifikasi kebutuhan, pengembangan dan evaluasi konsep desain, analisis kekuatan struktur menggunakan metode elemen hingga (FEM) melalui Autodesk Fusion 360, serta analisis ergonomi menggunakan metode RULA pada perangkat lunak Catia V5. Tiga konsep dikembangkan dan dibandingkan, dengan konsep 1 terpilih sebagai desain terbaik. Desain akhir memiliki dimensi panjang 137 cm, lebar 53 cm dan tinggi 119 cm dengan berat total sebesar 19,9 kg. Hasil simulasi menunjukkan tegangan maksimum vonmises sebesar 47,373 MPa dari batas izin 137,5 MPa, menghasilkan safety factor sebesar 3,42. Evaluasi ergonomi menghasilkan skor RULA sebesar 2, yang menandakan postur pengguna berada pada kategori aman. Biaya total yang dibutuhkan untuk membuat exoskeleton ini diperkirakan sebesar Rp5.438.098.
PERANCANGAN STRUKTUR MESIN SORTIR BIBIT TANAMAN MENGGUNAKAN METODE SCAMPER Muhammad Iman Dwi Darmawan; Dhika Aditya Purnomo; Widya Emilia Primaningtyas
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol. 9 No. 1 (2025): 9th Proceedings of Conference on Design Manufacture Engineering and its Applica
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cdma.v9i1.3689

Abstract

Sektor pertanian Indonesia masih sangat bergantung pada metode manual dalam memantau kualitas bibit tanaman, yang sering kali menghasilkan penilaian yang tidak konsisten dan subjektif. Petani umumnya menilai bibit berdasarkan indikator visual seperti warna, ukuran, bentuk, dan tekstur daun. Proses ini tidak hanya rentan terhadap kesalahan manusia, tetapi juga memakan waktu, kurang efisien, dan sulit dilakukan dalam skala besar. Teknologi phenotyping menawarkan solusi dengan memungkinkan pemantauan dan klasifikasi secara presisi serta otomatis berdasarkan karakteristik fenotipe tanaman yang terukur. Meski demikian, penerapan teknologi phenotyping pada mesin pertanian praktis di Indonesia masih sangat terbatas, terutama pada sektor penyortiran bibit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur mesin sortir bibit tanaman yang mengintegrasikan teknologi phenotyping dengan metode SCAMPER sebagai kerangka desain kreatif. Metode SCAMPER digunakan untuk menghasilkan ide-ide inovatif melalui proses modifikasi, penggabungan, penggantian, adaptasi, serta penghapusan dan penyesuaian dari konsep yang telah ada. Desain akhir mencakup sistem konveyor untuk memindahkan bibit, lengan robot dengan tiga derajat kebebasan untuk proses sortir, serta sensor Intel RealSense untuk deteksi berbasis fenotipe. Struktur mesin dirancang untuk memastikan kekuatan mekanik, stabilitas operasional, dan fleksibilitas tinggi sehingga mampu beradaptasi pada berbagai jenis tanaman. Integrasi komponen ini diharapkan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan skalabilitas proses sortir bibit, sekaligus mengatasi keterbatasan metode manual. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan peralatan pertanian cerdas dan menjadi referensi desain bagi otomatisasi sortir bibit di masa depan.