Inflamasi gingiva merupakan kondisi periodontal yang dipengaruhi oleh akumulasi biofilm plak dan peningkatan stres oksidatif akibat produksi Reactive Oxygen Species (ROS) yang berlebihan. Antioksidan berpotensi menghambat kerusakan jaringan periodontal dengan menetralisasi radikal bebas. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung flavonoid, polifenol, vitamin C, dan betasianin yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, sehingga berpotensi sebagai agen preventif inflamasi gingiva. Tujuan: Mengkaji potensi ekstrak buah naga merah sebagai agen preventif inflamasi gingiva berdasarkan aktivitas antioksidan dan bukti ilmiah yang tersedia. Metode: Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pencarian sistematis pada basis data PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait Hylocereus polyrhizus, antioksidan, aktivitas antiinflamasi, gingivitis, dan stres oksidatif. Artikel yang relevan dianalisis secara naratif berdasarkan kandungan senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan, dan efek antiinflamasi. Hasil: Ekstrak buah naga merah mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat denaturasi protein, menurunkan jumlah leukosit selama proses inflamasi, meningkatkan kapasitas antioksidan, serta berpotensi menekan mediator proinflamasi melalui penurunan stres oksidatif. Simpulan: Ekstrak buah naga merah berpotensi sebagai agen preventif inflamasi gingiva melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi. Namun, uji klinis pada manusia masih diperlukan untuk memastikan efektivitas, keamanan, dosis optimal, dan formulasi yang tepat.