Pending klaim BPJS Kesehatan merupakan kondisi ketika klaim belum dapat diselesaikan karena memerlukan konfirmasi, perbaikan, atau kelengkapan informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berkaitan dengan pending klaim BPJS Kesehatan berdasarkan dokumentasi e-Triage pada Electronic Medical Record (EMR) pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan telaah dokumentasi e-Triage pada EMR, wawancara mendalam terhadap petugas yang terlibat dalam proses pengajuan, verifikasi, dan penyelesaian klaim, serta studi dokumentasi terhadap 40 kasus pending klaim pada April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pending klaim yang paling banyak ditemukan adalah konfirmasi kriteria kegawatdaruratan sebanyak 14 kasus (35%), diikuti konfirmasi episode pelayanan sebanyak 11 kasus (27,5%) dan konfirmasi indikasi kunjungan rawat jalan berulang sebanyak 7 kasus (17,5%). Jenis pending lainnya meliputi konfirmasi indikasi kunjungan atau tindakan, penagihan klaim KLL/KK/PAK/KAPJ, serta konfirmasi kode diagnosis dan prosedur. Hasil telaah dan wawancara menunjukkan bahwa pending klaim berkaitan dengan ketidaksesuaian informasi klinis, kelengkapan dokumentasi, identifikasi episode pelayanan, pengodean diagnosis dan prosedur, serta kelengkapan dokumen pendukung. Dokumentasi e-Triage menjadi salah satu sumber informasi penting dalam mendukung verifikasi kondisi klinis dan kriteria kegawatdaruratan pasien. Disimpulkan bahwa peningkatan kelengkapan dan konsistensi dokumentasi e-Triage, penguatan koordinasi antarunit, serta optimalisasi integrasi sistem informasi diperlukan untuk mendukung kelancaran proses verifikasi dan meminimalkan kejadian pending klaim BPJS Kesehatan.