Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) secara bertahap menyebabkan sebagian fasilitas pelayanan kesehatan masih menggunakan sistem rekam medis hybrid, yaitu pengelolaan dokumen rekam medis elektronik dan fisik secara bersamaan. Kondisi tersebut dapat mempertahankan kebutuhan penyimpanan dokumen fisik meskipun proses digitalisasi telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sistem rekam medis hybrid dan kaitannya dengan akumulasi berkas rekam medis aktif di Instalasi Rekam Medis Rawat Inap RSUP Dr. Hasan Sadikin periode 2021–2025 serta mengidentifikasi hambatan dalam proses digitalisasi sebagai dasar penyusunan rekomendasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala unit pengelolaan dokumen rekam medis dan petugas digitalisasi, observasi proses pengelolaan dan digitalisasi dokumen, serta dokumentasi data berkas aktif dan hasil scanning periode 2021–2025. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah berkas rekam medis aktif meningkat dari 27.783 berkas pada tahun 2021 menjadi 57.210 berkas pada tahun 2025. Pada periode yang sama, jumlah berkas yang telah dilakukan scanning meningkat dari 2.008 menjadi 33.733 berkas, sedangkan berkas yang belum dilakukan scanning menurun dari 25.775 menjadi 23.477 berkas. Meskipun digitalisasi meningkat, dokumen yang telah dilakukan scanning masih disimpan dalam bentuk fisik sehingga kebutuhan penyimpanan dokumen tetap tinggi. Hambatan digitalisasi berdasarkan unsur 5M meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi, dukungan anggaran, kesiapan dokumen, perangkat dan jaringan, serta belum tersedianya SOP khusus digitalisasi. Penelitian merekomendasikan penyusunan SOP digitalisasi yang mengatur tahapan persiapan dokumen, scanning, pengendalian mutu, pengunggahan ke RME, dan pengelolaan dokumen fisik setelah digitalisasi untuk mendukung proses yang lebih terstandar dan optimal.