Elis Lisnawati
Universitas Esa Unggul

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemasaran B2b Cat Pelapis Antimikroba Masterguard Hygienix Pada PT Sindopaint Aditama Elis Lisnawati; Dimas Angga Negoro; Edi Hamdi; Mira Kartika Dewi Djunaedi
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2232

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran business-to-business (B2B) untuk meningkatkan penetrasi pasar Masterguard Hygienix, cat pelapis antimikroba yang ditujukan terutama bagi fasilitas kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain studi kasus pada PT Sindopaint Aditama. Data bersumber dari dokumen business plan perusahaan, analisis pasar, asumsi penjualan, rancangan aktivitas pemasaran, anggaran, serta proyeksi pendapatan lima tahun. Analisis dilakukan melalui kerangka Segmentation, Targeting, and Positioning (STP), NICE (Networking, Interaction, Common Interest, Experience), dan bauran pemasaran 7P. Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen prioritas adalah rumah sakit, klinik, laboratorium, dan puskesmas di Jabodetabek, kemudian diperluas ke Pulau Jawa dan wilayah nasional. Produk diposisikan sebagai cat antimikroba premium dengan harga kompetitif, didukung pengujian ISO 22196 dan ASTM G21 serta layanan terintegrasi berupa survei lokasi, penyusunan RAB, aplikasi profesional, inspeksi, garansi pemasangan, dan layanan purna jual. Implementasi strategi dilakukan melalui penjualan langsung, tender dan e-katalog LKPP, jaringan distributor, mitra aplikator, pameran industri, serta digital marketing. Anggaran pemasaran meningkat dari Rp1,15 miliar pada tahun pertama menjadi Rp5,95 miliar pada tahun kelima, sedangkan pendapatan diproyeksikan tumbuh dari Rp25,92 miliar menjadi Rp112,32 miliar. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi STP, NICE, dan 7P dapat membangun proposisi nilai yang relevan bagi pelanggan institusional dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.