Strengthening creative cultural literacy was carried out to promote the utilization of pineapple fiber waste in Sungai Bakau Village, Ketapang Regency. The community of Sungai Bakau Village has an abundant supply of pineapples. However, the community faces several challenges, including the low utilization of pineapple leaf waste, limited skills, and limited creative cultural literacy in identifying the potential of local materials. This community service activity employed a participatory method by actively involving the community, craftsmen, and MSME actors in socialization, training, hands-on practice, and mentoring. The activity was attended by 50 participants from various hamlets in Ketapang, West Kalimantan. The results showed that the creative cultural literacy approach improved the community's skills in processing pineapple fiber into craft products. The approach also fostered a creative mindset that enabled participants to integrate cultural values, local materials, and economic opportunities. Increased awareness of sustainable production practices was also observed, contributing to the development of a sustainable creative economy among MSMEs. Following the training, participants were able to produce pineapple fiber and transform it into packaging in various forms. ABSTRAK Penguatan literasi budaya kreatif dilakukan untuk mengembangkan pemanfaatan limbah serat nanas di Desa Sungai Bakau, Kabupaten Ketapang. Masyarakat Desa Sungai Bakau memiliki sumber nanas yang berlimpah. Permasalahan yang mereka hadapi adalah rendahnya pemanfaatan limbah daun nanas, keterbatasan keterampilan masyarakat, serta terbatasnya literasi budaya kreatif masyarakat dalam mengidentifikasi potensi material lokal. Kegiatan ini menggunakan metode partisipatoris dengan melibatkan masyarakat selama sosialisasi, pelatihan, praktik, dan pendampingan yang melibatkan perajin dan pelaku UMKM secara aktif. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai dusun di Ketapang, Kalimantan Barat. Hasil program menunjukkan bahwa pendekatan literasi budaya kreatif meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah serat nanas menjadi produk kerajinan. Pendekatan ini juga membentuk pola pikir kreatif masyarakat dalam mengintegrasikan nilai budaya, material lokal, dan peluang ekonomi. Terdapat peningkatan kesadaran tentang praktik produksi yang berkelanjutan, sehingga secara langsung berkontribusi pada peningkatan ekonomi kreatif UMKM yang berkelanjutan. Setelah melalui pelatihan ini, peserta memiliki kemampuan untuk menciptakan serat nanas dan mengubah serat nanas menjadi packaging dalam berbagai bentuk.