Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Influence of Self-Efficacy and Learning Motivation on Vocational Teachers' Interest in Developing Digital Learning Media Ahmad Reza Midfaruddin; Marsono
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia (In Press)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v4i2.453

Abstract

Digital transformation in vocational education requires teachers not only to use technology but also to develop digital learning media that respond to practical and occupational learning needs. HoweTemuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan vokasi memerlukan strategi kelembagaan yang memperkuat keyakinan diri, motivasi belajar berkelanjutan, penyediaan teknologi, dan pengembangan profesional guru secara sistematison vocational teachers’ interest in developing digital learning media. Using a quantitative ex post facto correlational design, data were collected from 70 teachers at SMKN 10 Malang through a 45-item five-point Likert questionnaire. Data were analyzed using validity and reliability testing, normality and classical assumption tests, multiple linear regression, t-tests, F-test, and coefficient of determination. The results showed that self-efficacy and learning motivation positively and significantly predicted teachers’ interest, both individually and simultaneously, with learning motivation emerging as the stronger predictor. Together, the two variables explained 66.1% of the variance in teachers’ interest. These findings indicate that sustainable digital transformation in vocational education requires institutional strategies that strengthen teachers’ confidence and continuous motivation to learn alongside technological provision and ongoing professional development support systematically.Transformasi digital dalam pendidikan vokasi menuntut guru tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mengembangkan media pembelajaran digital yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran praktis dan kebutuhan dunia kerja. Namun, minat guru untuk mengembangkan media digital berkaitan dengan kesiapan psikologis, terutama efikasi diri dan motivasi belajar. Penelitian ini menganalisis pengaruh parsial dan simultan efikasi diri dan motivasi belajar terhadap minat guru kejuruan dalam mengembangkan media pembelajaran digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional ex post facto yang melibatkan 70 guru SMKN 10 Malang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat yang terdiri atas 45 pernyataan. Analisis mencakup uji validitas dan reliabilitas, normalitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri dan motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat guru, baik secara parsial maupun simultan, dengan motivasi belajar sebagai prediktor yang lebih kuat. Kedua variabel mampu menjelaskan 66,1% variasi minat guru. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan vokasi memerlukan strategi kelembagaan yang memperkuat keyakinan diri, motivasi belajar berkelanjutan, penyediaan teknologi, dan pengembangan profesional guru secara sistematis.
Implementasi Work Preparation Sheet Berbasis World Skills Competition pada Praktik Bubut Siswa SMK: The Implementation of Work Preparation Sheets Based on World Skills Competition Standards in Lathe Practice for Vocational Students Muhamad Samsu Rizal; Marsono; Kusminartin
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 15 No. 1 (2027)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v15i1.119839

Abstract

Work Preparation Sheet (WPS) sangat penting sebagai panduan terstruktur yang memastikan setiap tahapan pekerjaan dieksekusi secara sistematis, aman, dan efisien demi meminimalkan risiko kesalahan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Work Preparation Sheet (WPS) berbasis standar World Skills Competition (WSC) dalam meningkatkan hasil praktik pemesinan bubut, khususnya pada pembuatan Handle Tool Post. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemandirian siswa dalam merencanakan urutan kerja serta kesalahan penentuan parameter pemotongan yang berdampak pada rendahnya presisi produk dan efisiensi waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental (Posttest-Only Control Group Design). Subjek penelitian terdiri dari 68 siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMKN 1 Singosari yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Data dikumpulkan melalui observasi unjuk kerja, penilaian dimensi produk, dan evaluasi waktu kerja, kemudian dianalisis menggunakan uji-t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan WPS berbasis WSC secara signifikan meningkatkan nilai rata-rata praktik siswa dari 71,5 pada kelompok kontrol menjadi 85,88 pada kelompok eksperimen. Implementasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi geometris, efisiensi waktu pengerjaan, serta menurunkan angka kegagalan produk (reject). Dapat disimpulkan bahwa penerapan WPS berbasis standar WSC mampu membentuk pola pikir sistematis dan kompetensi psikomotorik siswa sesuai dengan tuntutan standar industri internasional.
The The Influence of Prototyping Practices on Enhancing the Innovative Mindset of Vocational High School Students in Machining Engineering: The Influence of Prototyping Practices on Enhancing the Innovative Mindset of Vocational High School Students in Machining Engineering Arsy Fitra Ahmadi; Marsono; Kusminartin
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 15 No. 1 (2027)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v15i1.119894

Abstract

Developing 21st-century competencies particularly an innovative mindset is crucial for Vocational High School (SMK) students to navigate the dynamic challenges of the manufacturing industry. Conventional instruction in machining workshops often prioritizes technical skills (hard skills) while neglecting the cultivation of creative problem-solving abilities. This study aims to analyze the impact of implementing product prototyping practices using a Design Thinking approach on enhancing the innovative mindset of 11th-grade students specializing in Machining Engineering. A descriptive quantitative research method was employed, featuring the implementation of design thinking-based product prototyping practices as the independent variable (X) and the enhancement of an innovative mindset as the dependent variable (Y). Data regarding the improvement of the innovative mindset were collected via a questionnaire consisting of closed-ended questions and statements, requiring students to select from pre-determined response options. The results indicate that design thinking-based prototyping practices enable students to enhance their innovative mindset. This outcome is attributed to the design thinking process, which trains students to understand problems, identify and analyze needs, discover optimal solutions, create products based on discussed solutions, and test those products with the individuals experiencing the problems.