Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan mengenai efek samping KB suntik dapat menyebabkan kecemasan dan penghentian penggunaan kontrasepsi tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan. Video edukasi merupakan media promosi kesehatan yang mampu menyampaikan informasi secara audiovisual sehingga lebih mudah dipahami oleh akseptor KB. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping KB suntik di TPMB Painem Kemuningsari Kidul Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 dengan jumlah sampel 30 akseptor KB suntik aktif yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Intervensi berupa video edukasi berdurasi 8 menit. Hasil uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Sebelum intervensi, 50,0% responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang, sedangkan setelah intervensi 60,0% responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 56,3 ± 10,2 menjadi 78,7 ± 8,5 dengan mean difference 22,4 (95% CI: 17,8–27,0). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan terdapat pengaruh signifikan video edukasi terhadap tingkat pengetahuan ibu (p < 0,05). Nilai Cohen's d sebesar 2,39 menunjukkan efek intervensi yang sangat besar. Kesimpulan: Video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan ibu tentang efek samping KB suntik di TPMB Painem Kemuningsari Kidul Jember.