Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Ketidakseimbangan Muatan, Distorsi Struktur Pasar, dan Digitalisasi Logistik sebagai Penentu Biaya Transportasi Truk melalui Kolaborasi Supply Chain: Bukti Empiris dari Industri Logistik di Indonesia Arumdita Dian Kusumawati; Agus Purnomo; Maniah Maniah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6048

Abstract

Sektor logistik memiliki peran strategis dalam mendukung efisiensi rantai pasok nasional, namun industri trucking di Indonesia masih menghadapi tingginya biaya transportasi akibat ketidakseimbangan muatan (empty backhaul), distorsi struktur pasar, serta belum optimalnya implementasi digitalisasi logistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketidakseimbangan muatan, distorsi struktur pasar, dan digitalisasi logistik terhadap biaya transportasi truk dengan kolaborasi supply chain sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan dari 203 responden yang berasal dari pelaku industri trucking dan logistik Indonesia melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, sementara model memiliki kemampuan prediktif yang kuat dengan nilai R² sebesar 0,737 pada variabel biaya transportasi truk. Digitalisasi logistik terbukti menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kolaborasi supply chain (? = 0,844), yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan ketidakseimbangan muatan dan peningkatan efisiensi distribusi. Selain itu, distorsi struktur pasar dan ketidakseimbangan muatan juga berpengaruh terhadap peningkatan biaya transportasi truk. Temuan penelitian menegaskan bahwa transformasi digital yang didukung kolaborasi supply chain mampu mengurangi perjalanan kosong, meningkatkan utilisasi armada, serta menekan biaya transportasi. Oleh karena itu, perusahaan trucking perlu mempercepat implementasi teknologi digital, sedangkan pemerintah perlu memperkuat ekosistem logistik digital dan menciptakan struktur pasar yang lebih transparan guna meningkatkan daya saing logistik nasional.
The Influence of Load Imbalance, Market Structure Distortion, and Logistics Digitalization as Determinants of Truck Transportation Costs Through Supply Chain Collaboration: Empirical Evidence From the Logistics Industry in Indonesia Arumdita Dian Kusumawati; Agus Purnomo; Maniah Maniah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6393

Abstract

The logistics transportation sector plays a critical role in supporting economic activities; however, the trucking industry in Indonesia continues to face challenges related to high transportation costs caused by load imbalance, market structure distortion, limited digital integration, and weak supply chain coordination. This study aimed to analyze the influence of load imbalance, market structure distortion, and logistics digitalization on truck transportation costs through supply chain collaboration as a mediating variable in the Indonesian logistics industry. The research employed a quantitative approach with an explanatory research design using a cross-sectional method. Data were collected from 203 respondents involved in distribution and transportation activities at PT Putera Sarana Usaha (PSU Expedisi) using purposive sampling. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS). The findings indicated that logistics digitalization, market structure distortion, load imbalance, and supply chain collaboration significantly influenced truck transportation costs. Logistics digitalization demonstrated the strongest effect on supply chain collaboration (? = 0.844), while supply chain collaboration contributed to reducing load imbalance and improving transportation efficiency. The structural model demonstrated strong predictive capability, with an R² value of 0.737 for truck transportation costs. This study implies that improving trucking efficiency requires integrated digital transformation, stronger collaboration among supply chain actors, reduction of empty backhaul movements, and the development of a more transparent and competitive logistics market structure