Abstract. Early adult women who are involuntarily single often experience psychological and social problems that affect their psychological well-being. Involuntarily single women may experience loneliness, negative self-perceptions, negative social stereotypes, and psychological distress resulting from their single status. One factor that is presumed to contribute to psychological well-being is self-compassion, which refers to an individual's ability to treat themselves with kindness and compassion while facing difficulties or failures. This study aimed to examine the effect of self-compassion on psychological well-being among early adult women who are involuntarily single. This study used a quantitative approach using a causal research design. The participants were 391 early adult women selected using a convenience sampling technique. Data were collected using the Self-Compassion Scale and Ryff's Psychological Well-Being Scale. The results showed that self-compassion had a positive effect on psychological well-being (p < .001, R² = .414). The results indicate that self-compassion contributed 41.4% to psychological well-being. These findings suggest that lower levels of self-compassion are associated with lower levels of psychological well-being among involuntarily single early adult women in Bandung. Abstrak. Perempuan involuntary single dewasa awal seringkali menghadapi berbagai masalah psikologis dan sosial yang mempengaruhi psychological well-being. Perempuan involuntary single mengalami perasaan kesepian, persepsi diri negatif, menerima stereotip sosial negatif, dan mengalami stres psikologis akibat status lajang. Salah satu dari faktor yang diduga berkontribusi dalam psychological well-being ialah self-compassion, yaitu kemampuan individu dalam bersikap baik dan penuh kasih sayang pada dirinya sendiri ketika menghadapi hambatan atau kegagalan. Penelitian ini ditujukan guna mengetahui pengaruh self-compassion terhadap psychological well-being pada perempuan dewasa awal yang berada dalam kondisi involuntary single. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desan penelitian kausalitas. Subjek penelitian berjumlah 391 perempuan dewasa awal dan diperoleh menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen Self-Compassion Scale dan instrumen Ryff’s Psychological Well-Being Scale. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa self-compassion memiliki pengaruh positif terhadap psychological well-being (p < .001 dan R2 = .414). Oleh karenanya, didapatkan jika self-compassion memberikan kontribusi sebesar 41.4% terhadap psychological well-being.Temuan ini menyatakan bahwa rendahnya self-compassion menurunkan tingkat psychological well-being pada perempuan involuntary single dewasa awal di Kota Bandung.