Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter religius anak melalui pembiasaan ibadah secara konsisten. Namun, perubahan gaya hidup, kesibukan orang tua, dan meningkatnya penggunaan media digital menyebabkan pembiasaan keagamaan di lingkungan keluarga semakin menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiasaan salat dalam keluarga terhadap pembentukan perilaku religius anak pada siswa kelas IV, V, dan VI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif yang melibatkan 45 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang mengukur variabel pembiasaan salat dalam keluarga dan perilaku religius anak. Instrumen diuji menggunakan uji validitas Pearson Product Moment dan uji reliabilitas Cronbach's Alpha. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji prasyarat, regresi linear sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan salat dalam keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku religius anak (? = 0,694; p < 0,001). Model regresi juga dinyatakan layak (F = 34,280; p < 0,001), dengan nilai koefisien determinasi sebesar 44,4%, yang menunjukkan bahwa pembiasaan salat dalam keluarga mampu menjelaskan 44,4% variasi perilaku religius anak. Temuan ini menegaskan bahwa keteladanan, pengawasan, dan pembiasaan salat yang dilakukan secara konsisten oleh orang tua berkontribusi penting dalam pembentukan karakter religius anak. Oleh karena itu, penguatan pembiasaan salat di lingkungan keluarga perlu menjadi strategi utama dalam membangun karakter religius generasi sejak usia dini.