Keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran IPA, tetapi peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menghasilkan gagasan orisinal, merumuskan hipotesis, menganalisis data, dan mengomunikasikan hasil ilmiah. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan Project-Based Learning (PjBL) berbasis entrepreneurship dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains peserta didik SMP pada materi zat aditif. Penelitian menggunakan desain mixed methods embedded yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Partisipan penelitian terdiri atas 20 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 51 Tanjung Jabung Barat yang ditentukan melalui purposive sampling. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kreatif meningkat dari 42,81 menjadi 70,31, sedangkan keterampilan proses sains meningkat dari 27,70 menjadi 70,00. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kreatif (Z = ?3,933; p < 0,001) dan keterampilan proses sains (Z = ?3,923; p < 0,001). Temuan kualitatif menunjukkan perkembangan dalam menghasilkan gagasan, fleksibilitas berpikir, observasi, perencanaan eksperimen, dan pengolahan data, meskipun masih ditemukan kendala pada elaborasi, perumusan hipotesis, dan komunikasi ilmiah. Dengan demikian, PjBL berbasis entrepreneurship efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan proses sains melalui pembelajaran IPA yang kontekstual dan berorientasi produk.