Farida Coralia
Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Adverse Childhood Experiences terhadap Depresi pada Individu Dewasa Awal di Kota Bandung Marsella Choerunnisa; Farida Coralia
Bandung Conference Series: Psychology Science 1053-1062
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v6i2.24276

Abstract

Abstract. Depression is a psychological condition characterized by emotional, cognitive, and behavioral symptoms that can impair daily functioning. One factor believed to contribute to depression is Adverse Childhood Experiences (ACE). This study aimed to examine the effect of Adverse Childhood Experiences (ACE) on depression among young adults in Bandung. A quantitative approach with a causal design was employed involving 111 young adults aged 18–29 years selected through purposive sampling. ACE was measured using the Adverse Childhood Experience Questionnaire (ACE-Q), while depression was assessed using the Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Data were analyzed using ordinal logistic regression with IBM SPSS Statistics 25. The results showed that only the abuse category had a significant effect on depression levels (β = 0.485; p = 0.003), whereas neglect (β = 0,203; p = 0,469) and household dysfunction (β = -0,252; p = 0,068) were not significant predictors. The Nagelkerke R-Square value of 0.104 indicates that the model explained 10.4% of the variance in depression levels. These findings suggest that, among the ACE categories, only experiences of abuse significantly influenced depression among young adults in Bandung. Abstrak. Depresi merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan gejala emosional, kognitif, dan perilaku yang dapat mengganggu fungsi individu dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap munculnya depresi adalah Adverse Childhood Experiences (ACE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Adverse Childhood Experiences (ACE) terhadap depresi pada individu dewasa awal di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas pada 111 individu dewasa awal berusia 18–29 tahun di Kota Bandung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran ACE menggunakan Adverse Childhood Experience Questionnaire (ACE-Q), sedangkan depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Data dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya kategori abuse yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat depresi (β = 0,485; p = 0,003), sedangkan neglect (β = 0,203; p = 0,469) dan household dysfunction (β = -0,252; p = 0,068) tidak berpengaruh signifikan. Nilai Nagelkerke R-Square sebesar 0,104 menunjukkan bahwa model menjelaskan 10,4% variasi tingkat depresi. Dengan demikian, hanya pengalaman abuse dalam kategori ACE yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap depresi pada individu dewasa awal di Kota Bandung.
Hubungan Antara Sikap terhadap Kekerasan dalam Pacaran dengan Preferensi Pasangan pada Mahasiswa di Kota Bandung Yohana Putri Kumala; Farida Coralia
Bandung Conference Series: Psychology Science 813-820
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v6i2.26150

Abstract

Abstract. Early adulthood is a crucial phase in the formation of romantic relationships. However, dating violence still frequently occurs and can decrease relationship quality as well as the psychological well-being of college students. This study aims to determine the relationship between attitude toward dating violence and mate preference among college students in Bandung. This study employed a quantitative correlational approach with 102 college student subjects selected using convenience sampling. Data collection was carried out by adapting the Attitude Toward Intimate Partner Violence Scale (23 valid items, = 0,847) and the Nine Mate Criteria Selection Scale (9 valid items, = 0,782). The validity test results showed that all items were valid (). The Spearman's Rank correlation analysis results showed a significant negative relationship between attitude toward dating violence and mate preference (). This means that the more negative the attitude toward dating violence, the greater the consideration of partner characteristics, and vice versa. These findings indicate that the attitude toward dating violence is related to preferences for partner characteristics. Abstrak. Masa dewasa awal merupakan fase penting dalam pembentukan hubungan romantis, namun kekerasan dalam pacaran (dating violence) masih sering terjadi dan dapat menurunkan kualitas hubungan serta kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap kekerasan dalam pacaran (Attitude Toward Dating Violence) dengan preferensi pasangan (Mate Preference) pada mahasiswa di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan subjek 102 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menerjemahkan Skala Attitude Toward Intimate Partner Violence (23 item valid, α = 0,847) dan Nine Mate Criteria Selection Scale (9 item valid, α = 0,782). Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item valid (r > 0,361). Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara Attitude Toward Dating Violence dan Mate Preference (r = -0,438; p < 0,05). Artinya, semakin negatif sikap kekerasan dalam pacaran, semakin besar pertimbangan terhadap karakteristik pasangan dan sebaliknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa sikap terhadap kekerasan dalam pacaran berkaitan dengan preferensi terhadap karakteristik pasangan.
Kecemasan State-Trait dan Doomscrolling Reyhan Arrilya Adhe Rivellino; Farida Coralia
Bandung Conference Series: Psychology Science 1529-1536
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v6i2.26147

Abstract

Abstract. The constant exposure to negative news on social media has fueled doomscrolling, a compulsive habit of scrolling through negative content. While anxiety is considered a key antecedent, prior studies have treated anxiety as a unidimensional construct without distinguishing state anxiety from trait anxiety. This study aimed to examine the relationships between state anxiety, trait anxiety, and doomscrolling among social media users in Bandung, Indonesia. A cross‑sectional correlational design was employed, involving 151 participants aged 18‑25 years. The State-Trait Anxiety Inventory (STAI) Form Y and the Doomscrolling Scale were used. Spearman correlation analysis revealed significant positive associations between state anxiety (ρ = .327, p < .001) and doomscrolling, as well as between trait anxiety (ρ = .445, p < .001) and doomscrolling. Trait anxiety demonstrated a stronger correlation, suggesting that dispositional anxiety is a more robust factor in compulsive negative news consumption. These findings underscore the need to differentiate anxiety types in understanding doomscrolling and can inform digital literacy programs aimed at reducing the behavior Abstrak. Paparan berita negatif yang terus‑menerus di media sosial mendorong perilaku doomscrolling, yaitu kebiasaan kompulsif menggulir konten negatif. Kecemasan diketahui menjadi anteseden, tetapi studi sebelumnya masih mengukur kecemasan sebagai konstruk tunggal tanpa membedakan state anxiety dan trait anxiety. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan state anxiety dan trait anxiety dengan doomscrolling pada pengguna media sosial di Kota Bandung. Desain korelasional cross‑sectional digunakan dengan 151 responden berusia 18‑25 tahun. Instrumen yang digunakan adalah State-Trait Anxiety Inventory (STAI) Form Y dan Doomscrolling Scale. Analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara state anxiety (ρ = 0,327; p < 0,001) dan trait anxiety (ρ = 0,445; p < 0,001) dengan doomscrolling. Trait anxiety menunjukkan korelasi yang lebih kuat, mengindikasikan bahwa kecemasan disposisional merupakan faktor yang lebih stabil. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang doomscrolling dan dapat mendasari pengembangan program literasi digital