Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Depression is a psychological condition characterized by emotional, cognitive, and behavioral symptoms that can impair daily functioning. One factor believed to contribute to depression is Adverse Childhood Experiences (ACE). This study aimed to examine the effect of Adverse Childhood Experiences (ACE) on depression among young adults in Bandung. A quantitative approach with a causal design was employed involving 111 young adults aged 18–29 years selected through purposive sampling. ACE was measured using the Adverse Childhood Experience Questionnaire (ACE-Q), while depression was assessed using the Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Data were analyzed using ordinal logistic regression with IBM SPSS Statistics 25. The results showed that only the abuse category had a significant effect on depression levels (β = 0.485; p = 0.003), whereas neglect (β = 0,203; p = 0,469) and household dysfunction (β = -0,252; p = 0,068) were not significant predictors. The Nagelkerke R-Square value of 0.104 indicates that the model explained 10.4% of the variance in depression levels. These findings suggest that, among the ACE categories, only experiences of abuse significantly influenced depression among young adults in Bandung. Abstrak. Depresi merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan gejala emosional, kognitif, dan perilaku yang dapat mengganggu fungsi individu dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap munculnya depresi adalah Adverse Childhood Experiences (ACE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Adverse Childhood Experiences (ACE) terhadap depresi pada individu dewasa awal di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas pada 111 individu dewasa awal berusia 18–29 tahun di Kota Bandung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran ACE menggunakan Adverse Childhood Experience Questionnaire (ACE-Q), sedangkan depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Data dianalisis menggunakan regresi logistik ordinal dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya kategori abuse yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat depresi (β = 0,485; p = 0,003), sedangkan neglect (β = 0,203; p = 0,469) dan household dysfunction (β = -0,252; p = 0,068) tidak berpengaruh signifikan. Nilai Nagelkerke R-Square sebesar 0,104 menunjukkan bahwa model menjelaskan 10,4% variasi tingkat depresi. Dengan demikian, hanya pengalaman abuse dalam kategori ACE yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap depresi pada individu dewasa awal di Kota Bandung.
Copyrights © 0000