Abstract. Need to belong is one of the most fundamental psychological needs driving individuals to form and maintain positive, stable, and meaningful interpersonal relationships. This article examines need to belong as a fundamental psychological need in emerging adulthood and explains its relevance to social media use based on previous research. Using a literature review method, relevant scientific articles and theoretical books published mainly within the past ten years were descriptively analyzed to synthesize findings on the concept, aspects, factors, and impacts of need to belong. The results show that need to belong comprises the drive to affiliate with others and the need for social acceptance, shaped by a sense of identity, security, and orderliness, and producing broad effects on individuals' cognitive, emotional, and behavioral functioning. This need becomes increasingly salient during emerging adulthood alongside developmental tasks such as identity formation, autonomy, and intimacy, and its fulfillment is now largely facilitated through social media features such as likes, comments, and other forms of feedback. In conclusion, need to belong not only explains the dynamics of direct interpersonal relationships but also serves as a relevant theoretical framework for understanding broader psychological and social phenomena, including social media use among emerging adults. Abstrak. Need to belong merupakan salah satu kebutuhan psikologis paling mendasar yang mendorong manusia membentuk dan mempertahankan hubungan interpersonal yang positif, stabil, dan bermakna. Artikel ini mengkaji need to belong sebagai kebutuhan psikologis fundamental pada emerging adulthood serta menjelaskan relevansinya dalam konteks penggunaan media sosial berdasarkan penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review, dengan mengkaji artikel ilmiah dan buku teori yang relevan, terutama publikasi sepuluh tahun terakhir, yang dianalisis secara deskriptif untuk mensintesis temuan mengenai konsep, aspek, faktor, dan dampak need to belong. Hasil kajian menunjukkan bahwa need to belong tersusun atas dorongan untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan kebutuhan akan penerimaan sosial, yang dipengaruhi oleh sense of identity, security, dan orderliness, serta memberikan dampak luas pada aspek kognitif, emosional, dan perilaku individu. Kebutuhan ini semakin relevan pada fase emerging adulthood seiring tugas perkembangan identitas, otonomi, dan keintiman, dan pemenuhannya kini banyak difasilitasi oleh media sosial melalui fitur seperti likes, komentar, dan umpan balik lainnya. Dapat disimpulkan bahwa need to belong tidak hanya menjelaskan dinamika hubungan interpersonal, tetapi juga menjadi kerangka teoritis penting untuk memahami perilaku penggunaan media sosial pada emerging adulthood.