Anna Rozana
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Work-Study Conflict terhadap Work engagement Mahasiswa Bekerja di Kota Bandung Indira Zahradhiya Radinka; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science 1201-1208
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v6i2.24904

Abstract

Abstract. Working students often face dual demands as both employees and students, a condition that can give rise to Work-study conflict. This conflict has the potential to influence individuals' level of Work engagement in their jobs. This study aims to determine the effect of Work-study conflict on Work engagement among working students in the city of Bandung. A quantitative approach was used, involving 213 working students obtained through non-probability sampling with the convenience sampling technique. Data were collected using a translated Work-study conflict scale developed from Markel and Frone's framework, along with the Utrecht Work engagement Scale (UWES-17). Data were analyzed using SPSS version 29 through classical assumption testing followed by simple linear regression analysis at a significance level of 0.05. The results show that Work-study conflict has a significant negative effect on Work engagement among working students in Bandung (F = 11.209; p < 0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.050, indicating that Work-study conflict accounts for 5% of the variance in Work engagement. Descriptive findings reveal that the majority of respondents reported low levels of both Work-study conflict and Work engagement, suggesting that Work engagement among working students is shaped by factors beyond Work-study conflict alone. Abstrak. Mahasiswa yang bekerja sering menghadapi tuntutan ganda sebagai pekerja sekaligus pelajar, kondisi yang berpotensi menimbulkan Work-study conflict. Konflik tersebut diduga dapat memengaruhi tingkat Work engagement individu dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Work-study conflict terhadap Work engagement pada mahasiswa yang bekerja di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 213 mahasiswa yang bekerja di Kota Bandung, yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling dengan metode convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Work-study conflict hasil translasi yang disusun berdasarkan teori Markel dan Frone, serta Utrecht Work engagement Scale (UWES-17). Data dianalisis menggunakan SPSS versi 29 melalui pengujian asumsi regresi yang dilanjutkan dengan analisis regresi linear sederhana pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-study conflict berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Work engagement pada mahasiswa yang bekerja di Kota Bandung (F = 11,209; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,050 menunjukkan bahwa Work-study conflict memberikan kontribusi sebesar 5% terhadap variasi Work engagement. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat Work-study conflict yang rendah (65%) dan tingkat Work engagement yang juga rendah (52%). Temuan ini mengindikasikan bahwa Work engagement pada mahasiswa yang bekerja tidak hanya dipengaruhi oleh Work-study conflict, tetapi juga oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement pada Barista Coffee Shop Sukabumi Puti Rachel Laudza Sarnova; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science 1345-1354
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v6i2.25543

Abstract

Abstract. Employees who perceive that their organization values their contribution and cares about their well-being tend to show high work engagement, as a form of reciprocity for the support they receive (Eisenberger et al., 1986). Prior research shows that work engagement can be predicted by perceived organizational support (POS) as a job resource that plays an important role in shaping employees' engagement (Caesens & Stinglhamber, 2014). This study aimed to determine the extent to which POS influences work engagement among coffee shop baristas in Sukabumi City. Ninety-five baristas who had worked for at least one year and held permanent employee status participated, selected through convenience sampling. This study used a quantitative approach with a non-experimental correlational design and simple linear regression. POS was measured using the Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) adapted by Syahputra et al. (2022), while work engagement was measured using the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) adapted by Kristiana et al. (2019). The results showed that POS had a positive and significant influence on work engagement, accounting for 23.5% of its variance (R² = 0.235). The categorization results showed that baristas' POS levels were relatively balanced between the low (49.5%) and high (50.5%) categories, whereas work engagement was mostly in the high category (72.6%). Abstrak. Karyawan yang mempersepsikan bahwa organisasi menghargai kontribusi dan peduli terhadap kesejahteraannya cenderung menunjukkan work engagement yang tinggi, sebagai bentuk timbal balik atas dukungan yang diterima (Eisenberger et al., 1986). Penelitian Caesens & Stinglhamber (2014) menunjukkan bahwa work engagement dapat diprediksi oleh perceived organizational support (POS) sebagai salah satu bentuk job resources yang berperan penting dalam membentuk keterikatan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh POS terhadap work engagement pada barista coffee shop di Kota Sukabumi. Subjek penelitian terdiri dari 95 barista yang bekerja minimal satu tahun dan berstatus pegawai tetap, dipilih dengan teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental serta teknik regresi linier sederhana. POS diukur menggunakan Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) adaptasi Syahputra dkk. (2022), sedangkan work engagement diukur menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) adaptasi Kristiana dkk. (2019). Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan POS terhadap work engagement sebesar 23,5% (R² = 0,235). Hasil kategorisasi menunjukkan tingkat POS pada barista relatif seimbang antara kategori rendah (49,5%) dan tinggi (50,5%), sedangkan work engagement sebagian besar berada pada kategori tinggi (72,6%).