Abstract. Employees who perceive that their organization values their contribution and cares about their well-being tend to show high work engagement, as a form of reciprocity for the support they receive (Eisenberger et al., 1986). Prior research shows that work engagement can be predicted by perceived organizational support (POS) as a job resource that plays an important role in shaping employees' engagement (Caesens & Stinglhamber, 2014). This study aimed to determine the extent to which POS influences work engagement among coffee shop baristas in Sukabumi City. Ninety-five baristas who had worked for at least one year and held permanent employee status participated, selected through convenience sampling. This study used a quantitative approach with a non-experimental correlational design and simple linear regression. POS was measured using the Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) adapted by Syahputra et al. (2022), while work engagement was measured using the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) adapted by Kristiana et al. (2019). The results showed that POS had a positive and significant influence on work engagement, accounting for 23.5% of its variance (R² = 0.235). The categorization results showed that baristas' POS levels were relatively balanced between the low (49.5%) and high (50.5%) categories, whereas work engagement was mostly in the high category (72.6%). Abstrak. Karyawan yang mempersepsikan bahwa organisasi menghargai kontribusi dan peduli terhadap kesejahteraannya cenderung menunjukkan work engagement yang tinggi, sebagai bentuk timbal balik atas dukungan yang diterima (Eisenberger et al., 1986). Penelitian Caesens & Stinglhamber (2014) menunjukkan bahwa work engagement dapat diprediksi oleh perceived organizational support (POS) sebagai salah satu bentuk job resources yang berperan penting dalam membentuk keterikatan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh POS terhadap work engagement pada barista coffee shop di Kota Sukabumi. Subjek penelitian terdiri dari 95 barista yang bekerja minimal satu tahun dan berstatus pegawai tetap, dipilih dengan teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental serta teknik regresi linier sederhana. POS diukur menggunakan Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) adaptasi Syahputra dkk. (2022), sedangkan work engagement diukur menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) adaptasi Kristiana dkk. (2019). Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan POS terhadap work engagement sebesar 23,5% (R² = 0,235). Hasil kategorisasi menunjukkan tingkat POS pada barista relatif seimbang antara kategori rendah (49,5%) dan tinggi (50,5%), sedangkan work engagement sebagian besar berada pada kategori tinggi (72,6%).