Az-Zahra Tiaranida Sudrajat
Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Perceraian Orang Tua Pada Dewasa Awal: dari Perspektif Psikologi Az-Zahra Tiaranida Sudrajat; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science 1405-1414
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v6i2.25785

Abstract

Abstract. The phenomenon of parental divorce is becoming increasingly common among Indonesians. Individuals who grow up in divorced families may experience the sleeper effect, whereby the impact of their parents’ divorce becomes apparent in later stages of development specifically in early adulthood, particularly when entering romantic relationships. This study aims to examine the relationship between fear of intimacy and marital attitudes in early adulthood among individuals from divorced families. The research method employed in this study is a literature review, involving the collection of data from various relevant academic sources. Based on the results of the literature review, it was found that there is a relationship between fear of intimacy and marital attitudes in early adulthood among individuals who grew up in divorced families. This suggests that parental divorce can make young adults more vulnerable to developing a fear of intimacy, which in turn may influence their attitudes toward marriage. Therefore, young adults from divorced families need to practice greater self-acceptance and identify the sources of fear that can develop into a fear of intimacy, particularly when entering romantic relationships. Abstrak. Fenomena perceraian orang tua saat ini semakin sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Individu yang tumbuh dari keluarga bercerai dapat mengalami sleeper effect, dimana efek dari perceraian orang tua dapat terlihat pada tahap perkembangan selanjutnya yaitu pada tahap dewasa awal, khususnya ketika menjalin hubungan berpacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fear of intimacy dan marital attitude dewasa awal dari keluarga bercerai. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kajian literature review, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber akademik yang relavan. Berdasarkan hasil kajian literature, diperoleh temuan bahwa adanya hubungan antara fear of intimacy dengan marital attitude pada dewasa awal yang tumbuh dari keluarga bercerai. Hal ini menunjukkan bahwa perceraian orang tua dapat membuat dewasa awal memiliki kerentanan dalam mengalami fear of intimacy, sehingga dapat berpotensi mempengaruhi sikapnya terhadap marital attitude. Oleh karena itu, dewasa awal dari keluarga bercerai perlu untuk lebih menghargai diri sendiri dan mengenali sumber ketakutan yang dapat berkembang menjadi fear of intimacy, khususnya dalam menjalin hubungan romantis.