Abstract. The increasingly tight competition in the job market encourages organizations to pay attention to employes' extra-role behaviors, one of which is organizational citizenship behavior (OCB). In married and family-oriented saleswomen, the dual roles between work and family have the potential to create work-family conflict (WFC) that can affect organizational citizenship behavior (OCB). This study aims to determine the impact of work-family conflict on organizational citizenship behavior among car dealership saleswomen in Bandung City. The research uses a quantitative approach with a causal design. Data were collected thru an online questionnaire from 102 saleswomen who are married, aged 25–44 years, and have worked for at least one year. The measurement tools used were the WFC scale from Carlson et al. (2000) adapted by Kuntari (2017) and the OCB scale constructed by Tentama and Subardjo (2018). The research results show that work-family conflict has a significant positive effect on organizational citizenship behavior with a coefficient of determination (Adjusted R Square) value of 0.577 or 57.7%. Partial tests indicate that only the dimension of work interference with family (WIF) significantly affects organizational citizenship behavior. These findings indicate that an increase in work-family conflict does not always lead to a decrease in OCB. In saleswomen, work demands are believed to still encourage individuals to maintain extra-role behavior as a form of commitment to their work and the achievement of organizational targets. Abstrak. Persaingan dunia kerja yang semakin ketat mendorong organisasi memperhatikan perilaku ekstra peran karyawan, salah satunya organizational citizenship behavior (OCB). Pada saleswoman yang telah menikah dan berkeluarga, peran ganda antara pekerjaan dan keluarga berpotensi memunculkan work-family conflict (WFC) yang dapat memengaruhi OCB. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh work-family conflict terhadap organizational citizenship behavior pada saleswoman dealer mobil di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada 102 saleswoman yang telah menikah, berusia 25–44 tahun, dan bekerja minimal satu tahun. Alat ukur yang digunakan adalah skala WFC dari Carlson et al. (2000) yang diadaptasi Kuntari (2017) serta skala OCB yang dikonstruksi Tentama dan Subardjo (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work family con flictberpengaruh positif signifikan terhadap organizational citizenship behavior dengan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,577 atau 57,7%. Uji parsial menunjukkan hanya dimensi work interference with family (WIF) yang berpengaruh signifikan terhadap organizational citizenship behavior. Temuan ini menunjukkan bahwa meningkatnya konflik dari tuntutan pekerjaan terhadap keluarga tidak selalu diikuti penurunan OCB. Pada saleswoman, tuntutan pekerjaan diduga tetap mendorong individu mempertahankan perilaku ekstra peran sebagai bentuk komitmen terhadap pekerjaan dan pencapaian target organisasi.