Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran matematika yang masih berpusat pada guru, kurangnya pemanfaatan teknologi berbasis permainan, serta rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis murid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning berbantuan Kahoot terhadap kemampuan berpikir kritis matematis murid kelas VII UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dalam bentuk quasi experiment design menggunakan metode kuantitatif, dengan populasi penelitian adalah murid kelas VII dan sampel yang terdiri atas kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan Kelas VII-B sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, analisis N-Gain, dan uji hipotesis (uji-t). Hasil penelitian yang diperoleh rata-rata persentase tes awal kelas eksperimen 38,48 dan kelas kontrol 36,58 dengan kategori rendah, dan untuk tes akhir diperoleh rata-rata persentase kelas eksperimen 80,78 kategori tinggi dan kelas kontrol 59,96 kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis murid pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu perhitungan uji hipotesis dua pihak, diperoleh nilai t_hitung=6,186 dan t_tabel=2,000. Karena t_hitung>t_tabel, maka tolak H_0 terima H_a yang berarti “ada pengaruh model Problem Based Learning berbantuan Kahoot terhadap kemampuan berpikir kritis matematis murid kelas VII UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli.”