Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DAN EVALUASI PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK PADA KANTOR WALIKOTA LHOKSEUMAWE Muhammad Nazar; Asri; Raihan Putri; Teuku Multazam; Habib Muharry; Fetty Zulyanti
Jurnal Energi Elektrik Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Energi Elektrik
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jee.v15i1.29605

Abstract

Penggunaan energi listrik yang terus meningkat pada bangunan perkantoran menuntut adanya pengelolaan energi yang efisien untuk menekan biaya operasional dan mendukung konservasi energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil pemakaian energi listrik, mengevaluasi tingkat efisiensi berdasarkan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE), mengidentifikasi potensi pemborosan energi beserta strategi konservasi energi pada Kantor Walikota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode audit energi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data tagihan listrik selama tahun 2024, pengukuran beban listrik pada setiap panel listrik dan lantai gedung, pengukuran tingkat pencahayaan, serta perhitungan IKE berdasarkan pemakaian listrik harian pada bangunan. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan terhadap acuan efisiensi energi bangunan perkantoran ASEAN-USAID sebesar 240 kWh/m²/tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kurva pemakaian daya di setiap panel listrik pada profil gedung utama dan gedung kedua relatif normal untuk gedung pemerintahan, dengan peningkatan pemakaian daya secara acak pada pagi hingga sore hari, lalu menurun secara bersamaan menuju akhir jam kerja yaitu pukul 18.00. Walaupun adanya fluktuasi tinggi pada beberapa kurva yang masih dapat ditoleransi karena tidak terjadi secara terus menerus. Kemudian, konsumsi energi listrik tahun 2024 mencapai 237.060 kWh/tahun dengan biaya sebesar Rp. 403.010.581/tahun. Nilai IKE berdasarkan rekening listrik tahun 2024 sebesar 77,76 kWh/m²/tahun dan telah memenuhi standar acuan, sedangkan hasil perhitungan berdasarkan kondisi aktual kedua gedung menunjukkan nilai IKE pada gedung utama sebesar 242,76 kWh/m²/tahun dan pada gedung kedua sebesar 253,32 kWh/m²/tahun. Nilai IKE kedua gedung tersebut melebihi standar acuan sehingga penggunaan energi listrik dikategorikan tidak efisien. Hal ini dikarenakan konsumsi energi harian yang cukup besar dan pemakaian tanpa jeda waktu selama 11 jam (08.00-18.00) pada sebagian besar sistem pendingin ruangan (AC) di kedua gedung, sehingga menjadi fokus utama peluang penghematan energi. Setelah melakukan konservasi energi sistem pendingin pada AC dengan mengurangi waktu pemakaian sebesar 3 jam yang berupa waktu istirahat (12.00-14.00), sehingga menjadi 9 jam waktu pemakaian (08.00-12.00 dan dilanjutkan pada 15.00-18.00), hasilnya diperoleh bahwa nilai IKE pada gedung utama menurun menjadi 217,08 kWh/m2/tahun, dan nilai IKE pada gedung kedua juga menurun menjadi 232,08 kWh/m2/tahun. Dengan demikian, nilai IKE pada kedua gedung telah memenuhi standar acuan ASEAN-USAID yaitu 240 kWh/m2/tahun dan dapat dikategorikan efisien. Selain itu, hasil pengukuran pencahayaan menunjukkan bahwa rata-rata ruangan pada kedua gedung belum memenuhi standar SNI 6197:2020.