One of the agricultural products from the horticultural sector that has high value is peanuts. Peanut cultivation provides considerable benefits for farmers because market demand continues to increase, thus increasing farmers' income. This study aims to identify factors that influence efficiency and how they affect farmers' income. The study was conducted in Bontopadang Village, Kahu District, Bone Regency. The research sample used was 15% of the population, namely 97 people with the simple random sampling method. The data analysis method used quantitative descriptive analysis. The results showed that the average total income was IDR 16,736,923 / Ha / Mt, with an average total cost of IDR 5,609,658 / Ha / Mt. So that the average income obtained from peanut farming in Bontopadang Village, Kahu District, Bone Regency is IDR 11,127,265 / Ha / Mt. The peanut farming business run by farmers in Bontopadang Village is quite efficient to be cultivated or developed, where the R/C Ratio is IDR 2.98. Salah satu hasil pertanian dari sektor tanaman hortikultura yang bernilai tinggi adalah kacang tanah. Budidaya kacang tanah memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para petaninya karena kebutuhan pasar yang terus meningkat sehingga meningkatkan pendapataan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan petani. Penelitian dilakukan di Desa Bontopadang Kecamatan Kahu Kabupaten bone. Sampel penelitian yang digunakan adalah 15% dari jumlah populasi yaitu 97 orang dengan metode simple random samplin. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total penerimaan rata-rata Rp. 16.736.923/Ha/Mt, dengan total biaya rata-rata yang dikeluarkan Rp. 5.609.658/Ha/Mt. Sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh pada usahatani kacang tanah di Desa Bontopadang Kecamatan Kahu Kabupaten Bone yaitu sebesar Rp 11. 127.265/Ha/Mt. Usahatani kacang tanah yang dijalankan oleh petani di Desa Bontopadang cukup efisien untuk diusahakan atau dikembangkan dimana R/C Ratio sebesar Rp 2,98.