Nurlaela Nurlaela
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Bosowa

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Padi: Studi Kasus Di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa Farah Fitriyah; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri; Nurlaela Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 1 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i1.4794

Abstract

This study aims to determine the factors that influence income from rice cultivation. The study was conducted in Tabbinjai Village, Tombolopao District, Gowa Regency. The research sample was 10% of the total population, namely 51 people and used the simple random sampling method. The data analysis method used in this study was multiple linear regression analysis with the help of the SPSS (Statistical Products and Services Solutions) application. The type of data used in this study is quantitative data. The results of the study showed that yields, selling prices, seed costs, fertilizer costs, drug costs and labor costs together affected the income of the rice planting industry in Tabbinjai Village. Harvest results, selling prices, fertilizer costs and labor costs partly affected the income of rice cultivation businesses in Tabinjai Village, Tombolopao District, Gowa Regency. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dari budidaya padi. Penelitian dilakukan di Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Sampel penelitian berjumlah 10% dari total populasi yaitu 51 orang dan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS (Statistical Products and Services Solutions). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil, harga jual, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan dan biaya tenaga kerja secara bersama-sama mempengaruhi pendapatan industri penanaman padi di Desa Tabbinjai. Hasil panen, harga jual, biaya pupuk dan tenaga kerja sebagian mempengaruhi pendapatan usaha budidaya padi sawah di desa Tabinjai, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa.
Analisis Efisiensi Biaya Usahatani Kacang Tanah Di Desa Bonto Padang Kecamatan Kahu Kabupaten Bone Nurhalizah Putri; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri; Nurlaela Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.4913

Abstract

One of the agricultural products from the horticultural sector that has high value is peanuts. Peanut cultivation provides considerable benefits for farmers because market demand continues to increase, thus increasing farmers' income. This study aims to identify factors that influence efficiency and how they affect farmers' income. The study was conducted in Bontopadang Village, Kahu District, Bone Regency. The research sample used was 15% of the population, namely 97 people with the simple random sampling method. The data analysis method used quantitative descriptive analysis. The results showed that the average total income was IDR 16,736,923 / Ha / Mt, with an average total cost of IDR 5,609,658 / Ha / Mt. So that the average income obtained from peanut farming in Bontopadang Village, Kahu District, Bone Regency is IDR 11,127,265 / Ha / Mt. The peanut farming business run by farmers in Bontopadang Village is quite efficient to be cultivated or developed, where the R/C Ratio is IDR 2.98. Salah satu hasil pertanian dari sektor tanaman hortikultura yang bernilai tinggi adalah kacang tanah. Budidaya kacang tanah memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para petaninya karena kebutuhan pasar yang terus meningkat sehingga meningkatkan pendapataan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan petani. Penelitian dilakukan di Desa Bontopadang Kecamatan Kahu Kabupaten bone. Sampel penelitian yang digunakan adalah 15% dari jumlah populasi yaitu 97 orang dengan metode simple random samplin. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa total penerimaan rata-rata Rp. 16.736.923/Ha/Mt, dengan total biaya rata-rata yang dikeluarkan Rp. 5.609.658/Ha/Mt. Sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh pada usahatani kacang tanah di Desa Bontopadang Kecamatan Kahu Kabupaten Bone yaitu sebesar Rp 11.  127.265/Ha/Mt.  Usahatani kacang tanah yang dijalankan oleh petani di Desa Bontopadang cukup efisien untuk diusahakan atau dikembangkan dimana R/C Ratio sebesar Rp 2,98.
Pola Perilaku Manajerial Pengusaha Kebun Wisata: Studi Kasus Pada Kebun Denassa Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa A. Nadya Batari Anwar; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri; Nurlaela Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.4950

Abstract

Entrepreneurs who are able to implement appropriate managerial behavior will be more effective in facing business challenges, increasing tourist attractions and maintaining visitor satisfaction. The aim of this research was to find out the managerial behavior patterns of Tourism Garden entrepreneurs (Case Study at Denassa Gardens in Bontonompo District, Gowa Regency). This research was conducted at Denassa Gardens, Bontonompo District, Gowa Regency. The respondents of this research are the business owners of the Denassa Botanical Garden (Denassa Botanical Garden) Bontonompo District, Gowa Regency). To achieve the research objectives, descriptive analysis was used. Descriptive analysis is a clear and detailed explanation or depiction using words, namely by describing the managerial behavior patterns of Tourism Garden entrepreneurs (Case Study of Denassa Gardens in Bontonompo District, Gowa Regency). The research results show that Denassa Gardens entrepreneurs have stages in managing the Garden business, such as planning, implementation, supervision and business evaluation stages. Pengusaha yang mampu menerapkan perilaku manajerial yang tepat akan lebih efektif dalam menghadapi tantangan bisnis, meningkatkan daya tarik wisata, dan mempertahankan kepuasan pengunjung. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola perilaku manajerial pengusaha Kebun Wisata (Studi Kasus pada Kebun Denassa di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa). Penelitian ini dilakukan di Kebun Denassa, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Responden penelitian ini adalah pemilik usaha Kebun Denassa (Denassa Botanical Garden) Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa). Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan analisis deskriptif. Analisis deskriptif adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci, yaitu dengan mendeskripsikan pola perilaku manajerial pengusaha Kebun Wisata (Studi Kasus pada Kebun Denassa di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha Kebun Denassa memiliki tahapan dalam memanajemen usaha kebun seperti tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi usaha.
Strategi Kelangsungan Hidup Petani Kakao Di Desa Saludengen Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat Asmerta Asmerta; Faidah Azuz; Nurlaela Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.5703

Abstract

Cocoa crop production has recently fallen which has resulted in low income of cocoa farmers, so that strategies are needed for daily living necessities. This study aims to find out the survival strategies adopted by cocoa farmers in Saludengen Village, Bambang Sub-district, Mamasa Regency, West Sulawesi Province to fulfill their daily needs. This research was conducted in Saludengen Village, Bambang Sub-district, Mamasa Regency. The sample in this study was 37 people whose main crop is cocoa. The data analysis method used qualitative descriptive analysis. The results showed that there are three types of strategies carried out by cocoa farmers, namely active strategy which is a survival strategy carried out by utilizing all the potential owned, passive strategy is a survival strategy carried out by reducing family expenditures, and network strategy is a strategy implemented by capitalizing on social networks. Produksi tanaman kakao akhir-akhir ini mengalami penurunan yang mengakibatkan  rendahnya pendapatan petani kakao, sehingga dibutuhkan strategi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kelangsungan hidup yang dilakukan oleh petani kakao   di Desa Saludengen Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini dilakukan di Desa Saludengen Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 orang yang tanaman utamanya adalah kakao. Metode analisisi data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga jenis strategi yang dilakukan oleh petani kakao yakni strategi aktif yaitu strategi bertahan hidup yang dilakukan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki, strategi pasif merupakan strategi bertahan hidup yang dilakukan dengan cara mengurangi pengeluaran keluarga, dan strategi jaringan berupa strategi yang dilakukan dengan cara memanfaatkan jaringan sosial.
Faktor Penyebab Alih Penggunaan Lahan Usahatani Kakao Menjadi Kelapa Sawit Di Kabupaten Kolaka Timur Nita Anugrah; Faidah Azuz; Nurlaela Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.6622

Abstract

This study aims to determine the causes of the conversion of cocoa farming land to oil palm in Mondoke Village, Lambandia District, East Kolaka Regency. Data analysis used in this study is Qualitative Descriptive Analysis. This research was conducted in Mondoke Village, Lambandia District, East Kolaka Regency with a total of 18 farmers who responded to the land conversion. The main triggers were firstly price, secondly promising oil palm prospects and finally pests and diseases. Generally, farmers started cocoa cultivation in 2000 and converted to oil palm plantations in 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab alih penggunaan lahan usahatani kakao menjadi kelapa sawit di Desa Mondoke Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Deskriptif Kualitatif. Penelitiam ini dilakukan di Desa Mondoke Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur dengan jumlah responden sebanyak 18 orang petani yang beralih lahan. pemicu utamanya adalah yang pertama harga, kedua prospek sawit menjanjikan dan yang terakhir hama dan penyakit. Umumnya petani memulai kakao pada tahun 2000 dan melakukan alih penggunaan lahan ke kelapa sawit pada tahun 2021.
Peran Irigasi Pertanian Terhadap Keberlanjutan Usahatani Sebagai Upaya Pembangunan Desa Nur Zaman; Nurlaela Nurlaela; Nancy Kiay
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.9525

Abstract

Agricultural Irrigation infrastructure plays a crucial role in supporting agricultural production and rural development. This study aims to analyze the role of agricultural irrigation in farming sustainability and to describe its role in supporting rural development. A quantitative approach was employed in this study. Data were collected through a questionnaire using a Likert scale and analyzed using simple linear regression and descriptive statistical analysis. The results showed that agricultural irrigation had a positive and significant effect on farming sustainability, with a coefficient of determination (R²) of 72.5%, while the remaining 27.5% is explained by other factors. In addition, the descriptive analysis revealed that agricultural irrigation plays a very important role in supporting rural development, as indicated by all indicators achieving very high scores, with percentages ranging from 94.67% to 97.33%. Therefore, agricultural irrigation is a strategic factor in promoting farming sustainability while simultaneously supporting sustainable rural development. Infrastruktur irigasi pertanian memiliki peran sangat penting dalam mendukung keberhasilan usaha pertanian dan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran irigasi pertanian terhadap keberlanjutan usahatani serta mendeskripsikan peran irigasi pertanian dalam mendukung pembangunan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana serta analisis statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran irigasi pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usahatani dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 72,5%, sedangkan 27,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Selain itu, hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa irigasi pertanian memiliki peran yang sangat tinggi dalam mendukung pembangunan desa, yang ditunjukkan oleh seluruh indikator dengan persentase berkisar antara 94,67% hingga 97,33%. Dengan demikian, irigasi pertanian merupakan faktor strategis dalam mendukung keberlanjutan usahatani sekaligus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.