Afdal Iswari
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Bosowa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Curahan Tenaga Kerja Pada Penyadapan Getah Pohon Karet Milik Mandiri: Studi Kasus Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan Afdal Iswari; Faidah Azuz; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.4916

Abstract

Rubber plants are plantation crops that grow in various regions in Indonesia. Rubber is a product of the process of clumping rubber plant sap (latex), normal rubber trees are tapped in the 5th year. People's rubber plantations in Bulukumba Regency have become a part of people's daily lives. In general, it is managed by farmers on a small scale using traditional systems. This is different only from those carried out by private companies, where the business is carried out on a large scale and uses modern technological systems. This research was carried out from June to July 2024. at a rubber plantation in Ujung Loe District, Bulukumba Regency, South Sulawesi province. The researcher took a sample of 25% of the total population on the grounds that the sample size of 25% was considered by the researcher to be representative of the existing population. So the number of respondents was 28 people. The research data consists of primary and secondary data. Based on the results of this research, it is known that the amount of labor in Ujung Loe District, Bulukumba Regency for tapping independently owned rubber tree sap was 287.01 HOK. Labor units are usually called Men's Equal Working Days (HKSP) and Women's Equal Working Days (HKSW). The way to measure HKSP and HKSW units is usually by comparing the size of the workforce. The supply of labor is an important aspect in supporting production, however, with the development of science and technology, a large number of workers is not synonymous with high productivity. Based on the discussion of the research results, it can be concluded that the results of this research show that the amount of labor in Ujung Loe District, Bulukumba Regency for tapping independently owned rubber tree sap was 287.01 HOK. Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia. Karet merupakan produk dari proses penggumpalan getah tanaman karet (lateks), pohon karet normal disadap pada tahun ke-5. Perkebunan karet rakyat di Kabupaten Bulukumba sudah membudaya dalam kehidupan masyarakat sehari – hari. Pada umumnya dikelolah oleh petani dalam skala kecil dengan sistem tradisional. Lain hanya dengan yang oleh perusahaan, swasta, dimana pengusahaanya dilakukan pada skala besar dan menggunakan sistem teknologi modern. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2024. di perkebunan karet Kecematan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, provinsi Sulawesi Selatan. Peneliti mengambil sampel sebanyak 28 orang Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa besar curahan tenaga kerja di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba pada penyadapan getah pohon karet milik mandiri sebesar 287,01 HOK. satuan tenaga kerja yang biasa disebut Hari Kerja Setara Pria (HKSP) dan Hari Kerja Setara Wanita (HKSW) cara mengukur satuan HKSP dan HKSW ini biasanya dengan membandingkan besar kecilnya tenaga kerja. Curahan tenaga kerja salah satu aspek yang penting dalam menunjang produksi, namun dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi jumlah tenaga kerja yang banyak tidak identik dengan produktivitas yang tinggi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian ini diketahui bahwa besar curahan tenaga kerja di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba pada penyadapan getah pohon karet milik mandiri sebesar 287,01 HOK.