Khanza Ufaira Febrianti
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRAINING OF TRAINERS: PENINGKATAN LITERASI KEAMANAN DIGITAL MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PENIPUAN DIGITAL DI MEDIA SOSIAL MELALUI EDUKASI BERJENJANG BERBASIS MAHASISWA Reza Luqman Hakim; Nora Ariani; Afdal; Fadila Putri Utami; Khanza Ufaira Febrianti
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penggunaan media sosial memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga meningkatkan peluang terjadinya penipuan digital. Masyarakat pengguna media sosial masih menghadapi kesulitan dalam mengenali informasi mencurigakan, tawaran yang tidak wajar, serta tautan yang berpotensi membahayakan keamanan data pribadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keamanan digital masyarakat melalui edukasi mengenai modus penipuan digital di media sosial, khususnya lowongan kerja palsu, penawaran keuntungan instan, dan tautan berbahaya. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Training of Trainers (ToT), dengan mahasiswa sebagai trainer yang terlebih dahulu memperoleh pembekalan dari tim dosen sebelum menyampaikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2026 dengan melibatkan 20 mahasiswa STIA Panca Marga Palu sebagai trainer dan 56 anggota keluarga sebagai sasaran akhir edukasi yang tersebar di Kota Palu dan wilayah perdesaan Kabupaten Sigi. Edukasi dilakukan melalui komunikasi interpersonal, diskusi, pemberian contoh kasus, serta penilaian kemampuan peserta dalam mengenali informasi yang berpotensi mengandung penipuan digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 60% peserta menyatakan sangat mampu mengenali ciri-ciri penipuan digital setelah mengikuti sosialisasi, 35% menyatakan mampu, sedangkan 5% menyatakan kurang mampu. Tidak terdapat peserta yang menyatakan tidak mampu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berjenjang melalui mahasiswa menunjukkan potensi sebagai strategi sederhana dan relatif luas jangkauannya dalam mendukung pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital. Pendekatan ini sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk berperan sebagai agen edukasi di lingkungan sosialnya.