Arif Joyakin Simanjuntak
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PEMBINAAN KEMANDIRIAN MELALUI PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA PEMASARAN PRODUK SUKA BREAD DI LAPAS KELAS I SUKAMISKIN Ridwan Harun; Muhammad Fajar Fernando; Arif Joyakin Simanjuntak; Denny Nazaria Rifani
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin menghasilkan produk kopi dan roti sebagai bagian dari kegiatan produktif Warga Binaan Pemasyarakatan. Namun, ketersediaan produk tersebut belum sepenuhnya didukung oleh media promosi yang fleksibel dan terpadu untuk menampilkan produk, memberikan informasi, mendukung pelayanan, serta memudahkan pemindahan produk. Kegiatan KKN ini bertujuan memperkuat proses promosi dan pemasaran melalui penyediaan dan pemanfaatan gerobak keliling. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, perancangan dan koordinasi, persiapan dan implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Gerobak dirancang sebagai etalase, media promosi, tempat penyimpanan sementara, titik pelayanan, dan sarana pemindahan produk dengan tetap memperhatikan keamanan, kebersihan, dan ketentuan operasional Lapas. Hasil kegiatan menunjukkan tersedianya gerobak keliling, identitas produk serta informasi menu dan harga yang lebih jelas, penataan produk yang lebih teratur, terlaksananya uji penggunaan, pemeriksaan kebersihan dan kelayakan, serta mulai diterapkannya pencatatan persediaan dan penjualan. Kegiatan juga memperluas pengalaman Warga Binaan dari tahap produksi menuju pemahaman mengenai promosi, pelayanan, dan pemasaran. Namun, peningkatan penjualan secara kuantitatif belum dapat disimpulkan karena belum tersedia data pembanding yang memadai. Dengan demikian, inovasi ini menjadi tahap awal penguatan sistem pemasaran produk kemandirian yang lebih teratur, terukur, dan berkelanjutan.