Raihan Yusrizal
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KESADARAN SISWA DALAM MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SDN 73 PRABUMULIH Muhammad Farouq; Raihan Yusrizal; Indra; Gledi Yaldes; Ardila Dwi Angraini; Safitri Asrol
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial di lingkungan sekolah yang dapat mengganggu kenyamanan dan hubungan sosial antarsiswa, sehingga diperlukan upaya preventif melalui edukasi sejak jenjang sekolah dasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan edukasi anti-bullying sebagai upaya membangun kesadaran awal siswa dalam mencegah perundungan di SDN 73 Prabumulih. Kegiatan melibatkan seluruh siswa kelas V dan VI sebanyak 60 siswa sebagai sasaran edukasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara langsung, tanya jawab lisan secara interaktif, observasi selama kegiatan, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memberikan respons yang positif, antusias, dan bersemangat selama mengikuti edukasi anti-bullying. Materi mengenai pengertian, bentuk, dampak, dan pencegahan bullying, khususnya perilaku mengejek, merendahkan, menyakiti, dan mengucilkan teman, dapat disampaikan secara langsung kepada seluruh siswa. Tanya jawab lisan memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi dan mendiskusikan kembali perilaku perundungan serta tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi anti-bullying dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk memberikan pemahaman awal kepada siswa mengenai pentingnya menghindari perilaku perundungan dan membangun hubungan pertemanan yang saling menghargai. Meskipun demikian, kegiatan yang dilaksanakan dalam satu kali sesi belum dapat digunakan untuk mengukur perubahan kesadaran atau perilaku siswa secara terukur.