Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka memerlukan sumber belajar yang mendukung akses siswa terhadap materi, fasilitasi guru, dan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan buklet digital interaktif pada materi budidaya sayuran hidroponik dengan fokus pada pola fasilitasi guru, indikasi perilaku belajar mandiri, dan interaksi antarsiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Partisipan yang diobservasi mencakup seluruh 11 siswa kelas IV SDN 1 Ariyojeding, sedangkan informan wawancara terdiri atas seorang guru dan empat siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif selama tiga pertemuan dengan durasi keseluruhan 180 menit, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, pengodean, pengelompokan kategori, pembentukan tema, serta penarikan dan verifikasi simpulan. Kredibilitas data dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memberikan arahan awal, kemudian lebih banyak memantau dan membantu kelompok sesuai kebutuhan. Sebagian siswa menggunakan kembali video ketika mengalami kesulitan, sedangkan kelompok yang diamati mendiskusikan pilihan jawaban selama kuis Wordwall. Perilaku tersebut menunjukkan indikasi perilaku belajar mandiri dan interaksi antarsiswa dalam situasi tertentu, bukan terbentuknya regulasi diri secara utuh. Temuan penelitian bersifat kontekstual dan tidak menunjukkan hubungan kausal antara penggunaan buklet dan perubahan perilaku siswa. Kata kunci: buklet digital interaktif, kemandirian belajar, Kurikulum Merdeka, pembelajaran IPAS, sekolah dasar