Penggunaan kalsium karbida (karbid) sebagai bahan pemeraman buah masih banyak dilakukan, meskipun berpotensi menimbulkan dampak terhadap keamanan pangan dan kualitas buah. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pemeraman alami yang lebih aman dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah pertanian, seperti kulit buah cokelat (Theobroma cacao L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah kulit buah cokelat sebagai agen pemeraman alami terhadap kadar gula terlarut dan kualitas organoleptik buah pisang cavendish (Musa acuminata). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen murni (True Experimental) dengan rancangan Post Test Control Group Design dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu variasi berat kulit buah cokelat sebagai agen pemeraman. Perlakuan terdiri atas kontrol tanpa perlakuan, kontrol menggunakan karbid, serta variasi berat kulit buah cokelat. Parameter yang diamati meliputi kadar gula terlarut menggunakan refraktometer dalam satuan derajat Brix (°Brix) dan uji hedonik terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur buah pisang hasil pemeraman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kulit buah cokelat mampu meningkatkan proses pematangan pisang cavendish yang ditandai dengan peningkatan kadar gula akibat konversi pati menjadi gula sederhana selama pemeraman. Perlakuan P2 dengan berat kulit buah cokelat 800 g menghasilkan kadar gula tertinggi, sedangkan perlakuan P1 dengan berat 400 g memberikan tingkat penerimaan organoleptik terbaik berdasarkan penilaian panelis. Limbah kulit buah cokelat berpotensi dimanfaatkan sebagai agen pemeraman alami yang lebih aman, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kualitas fisiologis serta organoleptik buah pisang cavendish. Kata Kunci: Kulit Cokelat 1, Pemeraman 2, Pisang Cavendish 3, Kadar Gula 4, Hedonik 5