Fat'Chatus Chanifa Jikhan
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN BENCANA OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN SERANG: DISASTER MANAGEMENT BY THE REGIONAL DISASTER MANAGEMENT AGENCY (BPBD) IN FLOOD DISASTER RESPONSE IN SERANG REGENCY Ganendra Pradpypta Ganendra; Kandung Sapto Nugroho; Fat'Chatus Chanifa Jikhan
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan yang berulang di Kabupaten Serang dan menuntut kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola penanggulangan bencana secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan manajemen bencana mulai dari tahap pra bencana, saat bencana, hingga pasca bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen bencana oleh BPBD dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis manajemen bencana menggunakan tahapan pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bencana banjir oleh BPBD Kabupaten Serang telah dilaksanakan pada seluruh tahapan, tetapi belum sepenuhnya optimal. Pada tahap pra bencana, keterbatasan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana), belum tuntasnya legalisasi Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), belum meratanya penyampaian peringatan dini, serta belum menyeluruhnya pelaksanaan mitigasi menjadi kendala utama. Pada tahap tanggap darurat, BPBD telah melaksanakan assessment, evakuasi, penyediaan tempat pengungsian, penyaluran logistik, dan koordinasi lintas instansi dengan cukup baik, meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Sementara itu, rehabilitasi dan rekonstruksi masih menghadapi keterbatasan jangkauan pemulihan serta kendala anggaran. Temuan tersebut menunjukkan perlunya penguatan kapasitas kesiapsiagaan, optimalisasi sistem peringatan dini, pemerataan mitigasi, serta penguatan dukungan sumber daya dalam pemulihan pascabencana.