Dewi Fatmawati
Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan merek kolektif PRA LAND'S1 sebagai quality endorsement mark bagi UMKM Achmad Fauzan Hery Soegiharto; Daryono Daryono; Putri Nayla Sabri; Dewi Fatmawati; Rachmadian Wulandana
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2590

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Landungsari 1 telah memiliki merek produk masing-masing, namun belum memiliki identitas kolektif yang mampu memperkuat citra komunitas, mendukung promosi bersama, dan menjadi penanda mutu produk yang dihasilkan. Sebagian besar program pendampingan UMKM berfokus pada pengembangan merek individual, sedangkan pengembangan merek kolektif sebagai quality endorsement mark masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan merek kolektif PRA LAND'S1 sebagai identitas bersama yang digunakan berdampingan dengan merek individual tanpa menghilangkan karakteristik maupun kemandirian masing-masing produk. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan mitra, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, pelatihan, konsultasi, clearance search menggunakan Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan WIPO Global Brand Database, penentuan kelas barang dan jasa berdasarkan Nice Classification, serta pendampingan penyusunan dokumen dan pengajuan pendaftaran merek. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya merek kolektif PRA LAND'S1, tersusunnya identitas visual beserta konsep penggunaannya sebagai quality endorsement mark, serta peningkatan tingkat pemahaman peserta dari 75% pada awal pendampingan menjadi 100% pada akhir pendampingan mengenai konsep merek kolektif, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, dan pengelolaan merek kolektif. Model pendampingan ini berpotensi direplikasi pada komunitas UMKM untuk memperkuat identitas komunitas dan tata kelola merek tanpa menghilangkan identitas merek individual anggotanya.