Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Effect of Agitation Parameter on Hardness and Thickness of Decorative Nickel-Chrome Coating on A36 Steel using Electroplating Process Akmal Hanif Khairullah Harsito; Iis Siti Aisyah; Daryono Daryono; Ali Saifullah; Heni Hendaryati; Sudarman Sudarman
JEMMME (Journal of Energy, Mechanical, Material, and Manufacturing Engineering) Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jemmme.v5i2.13726

Abstract

Electroplating is a process of settling substances (metal ions) on the electrodes (cathodes) using electrolysis. The occurrence of a precipitate in this process is due to the presence of electrically charged ions moving from an electrode through the electrolyte, the result of the electrolyte will seal on another electrode (cathode). During the process of deposition/deposit takes place a chemical reaction occurs at the electrode and electrolyte both reduction in a certain direction permanently, therefore it requires direct current and a constant voltage. Metal coatings commonly used are copper, nickel, chromium, and others. Electroplating is basically to coat the metal to make it look more attractive and protected from corrosion, and can increase the product's resistance to friction. The purpose of this study was to determine the effect of stirrer rpm variations on the thickness and thickness of the A36 steel layer in the decorative nickel-chrome electroplating process. 4 specimens in this study were 30x30x2 (mm). Nickel and chromium coatings have variations in the speed of 72, 102, 132, and 162 (rpm) with a time immersion of 22 minutes and with a temperature of 55-60 ° C. The results of this electroplating process were tested by Vickers's hardness test and observation of microstructure results. The results showed that the faster the rpm, the more hardness was obtained which increased and the thickness of the layer increased. The highest hardness and thickness values are found at a rotational speed of 132 rpm. With a hardness value of 77.5 VHN and a thickness value of 4.55 µm (Nickel) and 13.76 µm (Chrome).
A Feasibility Study on a Micro Hydro Power Plant at Coban Jahe Waterfall, Jabung, Malang Regency Sudarman Sudarman; Wahyu Guszolil; Daryono Daryono; Muhammad Lukman
JEMMME (Journal of Energy, Mechanical, Material, and Manufacturing Engineering) Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jemmme.v6i1.16433

Abstract

Micro Hydro Power (MHP) Plant is a small-scale power plant under 100 kW. Generally, MHP is built in a place that the electricity network has not touched. Many waterfalls in Taji Village are only used as tourist attractions. One of them is Coban Jahe waterfall which has a water discharge of 0.60567 m3/s in the dry season. Waterfall in Coban Jahe was used and planned as Micro Hydro Power Plant, it was called as MHP. Potential electric power generated from the MHP Coban Jahe Waterfall is 14.0368 kW with an effective head of 3.4742 m. The results show from the financial analysis, the construction of MHP is quite feasible with NPV of Rp. 45,676,769, BCR of 1.0852, which means it is feasible to be continued, the Payback Period is 9 years which does not exceed the project life, and the IRR obtained is 10,0087% which the projects are feasible and profitable to build.
Analisis Potensi Sampah Plastik sebagai Bahan Bakar PLTSa Memanfaatkan Teknologi Siklus Rankine Organik Andinusa Rahmandhika; Daryono Daryono; Ali Mokhtar; Yepy Komaril Sofi'i
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.625 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v20i1.3396

Abstract

Kelangkaan energi di Indonesia diakibatkan oleh semakin menipisnya suplai energi fosil mengharuskan pemerintah untuk mendapatkan energi alternatif, salah satunya pada energi sampah. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan pembangunan pembangkitan listrik skala kecil dan peningkatan efisiensinya. Pada penelitian ini, dilakukan analisa perhitungan potensi nilai kalor sampah plastik serta simulasi mini powerplant menggunakan software Cycle Tempo. Pemanfaatan uap panas hasil pembakaran sampah sebagai sumber panas PLTSa. Komponen dari sistem pembangkit daya tersebut meliputi pompa, boiler, turbin, dan kondensor. Variasi tekanan dan temperature dilakukan untuk mendapatkan nilai optimal, sehingga didapatkan daya dan efisiensi paling tinggi. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai daya dan efisiensi tertinggi pada laju aliran massa 35 kg/s dan suhu keluaran boiler 125 0C, yaitu 2,86 kW dan 45,52%. Sementara pada optimasi tekanan keluaran pompa, didapatkan nilai daya tertinggi sebesar 2902 kW pada tekanan 35 bar. Penelitian ini dimaksudkan sebagai langkah awal pemanfaatan sampah plastik dalam rangka mengurangi kerugian kalor dan meningkatkan efisiensi.
Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Hasil Belajar Siswa di Lembaga Pendidikan Islam M Ferdy Daryono; Anita Miqnaul Lailiyah; Meila Weeke Alfulana
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 08 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia ( Japendi )
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/japendi.v2i8.252

Abstract

Latar Belakang: manajemen kesiswaan adalah suatu proses pengelolaan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan seorang siswa dalam lembaga pendidikan tertentu. Dimulai dari penerimaan siswa, proses proses pembelajaran hingga kelulusan siswa selama belajar dalam lembaga pendidikan tertentu. Tujuan : Untuk mengetahui penerapan manajemen kesiswaan terhadap hasil belajar siswa dalam lembaga pendidikan Islam. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yakni dengan memaparkan fenomena masalah yang terjadi dan masalah tersebut kemudian diteliti pada saat ini atau keadaan sekarang dengan tujuan mencari jawaban tentang pemecahan masalah tersebut. Hasil: Manajemen pendidikan sangat penting yang berguna dalam menunjang keberhasilan terhadap proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan tingkat prestasi dari para siswa, serta dapat meningkatkan hasil belajar dari siswa tersebut. Kesimpulan: Manajemen kesiswaan ini sangat penting untuk meningkatkan konsep manajemen kesiswaan dalam lembaga pendidikan Islam harusnya tertata dengan baik dan terstruktur, agar dapat mempermudah terlaksanakannya proses belajar mengajar hasil belajar siswa dalam lembaga pendidikan islam.
Pengembangan merek kolektif PRA LAND'S1 sebagai quality endorsement mark bagi UMKM Achmad Fauzan Hery Soegiharto; Daryono Daryono; Putri Nayla Sabri; Dewi Fatmawati; Rachmadian Wulandana
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2590

Abstract

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Landungsari 1 telah memiliki merek produk masing-masing, namun belum memiliki identitas kolektif yang mampu memperkuat citra komunitas, mendukung promosi bersama, dan menjadi penanda mutu produk yang dihasilkan. Sebagian besar program pendampingan UMKM berfokus pada pengembangan merek individual, sedangkan pengembangan merek kolektif sebagai quality endorsement mark masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan merek kolektif PRA LAND'S1 sebagai identitas bersama yang digunakan berdampingan dengan merek individual tanpa menghilangkan karakteristik maupun kemandirian masing-masing produk. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan mitra, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, pelatihan, konsultasi, clearance search menggunakan Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan WIPO Global Brand Database, penentuan kelas barang dan jasa berdasarkan Nice Classification, serta pendampingan penyusunan dokumen dan pengajuan pendaftaran merek. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya merek kolektif PRA LAND'S1, tersusunnya identitas visual beserta konsep penggunaannya sebagai quality endorsement mark, serta peningkatan tingkat pemahaman peserta dari 75% pada awal pendampingan menjadi 100% pada akhir pendampingan mengenai konsep merek kolektif, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, dan pengelolaan merek kolektif. Model pendampingan ini berpotensi direplikasi pada komunitas UMKM untuk memperkuat identitas komunitas dan tata kelola merek tanpa menghilangkan identitas merek individual anggotanya.
IBM ALAT PENGEMAS MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI UKM TAHU TELUR B’JOSS SUMBERSARI MALANG Mohamad Mamungkas; Daryono Daryono; Nur Subeki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v1i02.41

Abstract

Usaha kecil menengah setiap tahun semakin meningkat dimana usaha ini merupakan salah satu pendongkrak perekonomian dan kesejahteraan di suatu daerah. UKM B’Joss adalah salah satu usaha yang berada di daerah kelurahan Sumbersari kota Malang. Usaha ini didirikan oleh Mas Joko Susanto sejak tahun 2006. Usaha tahu telur ini bisa mencapai produksi dalam perharinya mencapai 100 bungkus. Hal ini menyebabkan para pelanggaan lebih memilih membeli makanan ini dengan dibungkus atau dikemas. Hal inilah yang menjadi permasalah utama yang dihadapi, yaitu dengan kemasan yang masih tradisional dengan memanfaatkan kertas bungkus tentu kurang menarik atau diminati oleh pelanggannya. Sehingga dengan keadaan seperti ini perlu sebuah terobosan atau ide untuk menarik pelanggan agar tetap membeli produk makanan yang mereka inginkan. Dari latar belakang dan permasalahan yang dialami oleh mitra tahu telur B’Joss tersebut, maka pelaksanaan program pengabdian ini bertujuan untuk membantu pihak mitra untuk dapat mengembangkan penampilan dari kemasan makanan yang telah dibuat. Melalui alat pengemasan makanan yang diberikan, diharapkan pihak mitra dapat memperindah dan mengemas makanan yang telah dibuat dengan semakin tampil cantik dan menarik minta konsumen. Selain itu, dengan pemberian alat pengemasan makanan yang diberikan kepada mitra, pihak mitra tahu telur B’Joss masih akan dapat mempertahankan tingkat penjualannya walaupun kegiatan program pengabdian ini telah berakhir. Dari permasalahan tersebut program pengabdian ini akan menawarkan sebuah solusi untuk membantu pihak mitra dalam mengemas makanan agar lebih menarik dan higienis. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan alat pengemas makanan yang praktis dan menggunakan tenaga listrik. Pemilihan sumber daya ini dipilih karena memang tidak memerlukan daya yang besar juga tidak menimbulkan suara yang berisik dan bisa menggangu pihak yang lain