ABSTRAK. Hunian tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan psikologis penghuninya, terutama wanita dewasa yang menjalani peran ganda sebagai ibu, istri, dan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi wanita terhadap elemen-elemen healing architecture dalam hunian berbasis pendekatan pancaindra. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui kuesioner terhadap 38 responden wanita. Analisis dilakukan dengan menghitung rata-rata dan standar deviasi setiap indikator, serta pemetaan hasil ke dalam Diagram Kartesius. Hasil menunjukkan bahwa indikator seperti pencahayaan alami, sirkulasi udara, warna dinding yang menenangkan, dan jendela dengan pemandangan luar menempati posisi prioritas tertinggi. Sementara elemen seperti ruang privat untuk menyendiri menunjukkan preferensi personal yang kuat meskipun nilai rata-ratanya tidak tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa desain hunian yang mendukung kesehatan mental wanita memerlukan pendekatan yang lebih peka terhadap pengalaman sensorik dan kebutuhan psikologis yang bersifat kontekstual. ABSTRACT. Housing serves not only as a physical shelter but also plays a crucial role in maintaining the psychological well-being of its occupants, particularly adult women who simultaneously take on roles as mothers, wives, and professionals. This study aims to analyze women’s perceptions of healing architecture elements in residential design through a multisensory approach. The research employs a descriptive quantitative method, using questionnaire data from 38 female respondents. The data were analyzed through mean and standard deviation calculations, followed by a Cartesian diagram mapping. The findings reveal that indicators such as natural lighting, air circulation, calming wall colors, and windows with outdoor views are perceived as top priorities. Meanwhile, the need for private space for solitude emerged as a strong personal preference, despite its lower average score. These results indicate that residential design that supports women’s mental health requires a more sensitive approach to sensory experiences and context-based psychological needs.