Balqisway Alima
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, IndonesiaProgram Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Berpikir Kombinatorik Siswa SMA dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika Balqisway Alima; Ali Shodikin
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i3.5366

Abstract

Berpikir kombinatorik adalah suatu proses yang terdiri dari menyusun rumus, melakukan perhitungan, dan membuat kesimpulan untuk menyelesaikan masalah kombinatorik sesuai dengan tahapan berpikir kombinatorik. Berpikir kombinatorik setiap siswa berbeda, salah satunya karena perbedaan kemampuan awal matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan berpikir kombinatorik siswa SMA dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari kemampuan awal matematika. Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini tiga siswa kelas XII dari hasil Tes Kemampuan Awal Matematika (TKAM). Data penelitian ini yaitu hasil TKAM, tugas masalah kombinatorik, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan kemampuan awal matematika tinggi telah mencapai berpikir kombinatorik pada tahap mengidentifikasi masalah, memeriksa kembali apakah semua kemungkinan telah diperhitungkan, dan menuliskan masalah secara sistematis. Siswa dengan kemampuan awal matematika sedang telah mencapai berpikir kombinatorik pada tahap memeriksa kembali apakah semua kemungkinan telah diperhitungkan dan menuliskan masalah secara sistematis. Sedangkan siswa dengan kemampuan awal matematika rendah tidak dapat berpikir kombinatorik karena tidak ada satupun tahapan yang tercapai. Dari ketiga subjek penelitian, belum ada yang berhasil mencapai tahap mengubah masalah menjadi masalah kombinatorik lain. Kesimpulan penelitian ini yaitu kemampuan awal matematika sebanding dengan kemampuan berpikir kombinatorik siswa dalam menyelesaikan masalah matematika.