Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan, dan Status Gizi terhadap Kejadian Skabies pada Santri Laki-Laki di Pesantren Darussholah Dua Kota Pontianak Prisma Annisa; Muhammad Ibnu Kahtan; Iit Fitrianingrum
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 9 (2026): JKRI - Agustus 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi dan sensitasi Sarcoptes scabiei varietas hominis dan sering terjadi di Indonesia, terutama pada anak-anak hingga remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat personal hygiene, sanitasi lingkungan, dan status gizi santri laki-laki dengan kejadian skabies di Pesantren Darussholah Dua Kota Pontianak. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 54 santri laki-laki menjadi subjek penelitian. Data diperoleh melalui kuesioner personal hygiene, observasi sanitasi lingkungan, pengukuran indeks massa tubuh, dan pemeriksaan tanda kardinal skabies. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 51 subjek (94,4%) positif skabies dan 43 subjek (79,63%) memiliki personal hygiene tidak baik. Terdapat hubungan bermakna antara personal hygiene dan kejadian skabies (p=0,040), serta antara sanitasi lingkungan dan kejadian skabies (p=0,000). Sebanyak 20 subjek (37,0%) memiliki status gizi normal, tetapi status gizi tidak berhubungan secara bermakna dengan kejadian skabies (p=0,964). Dengan demikian, personal hygiene dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kejadian skabies, sedangkan status gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna
Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler terhadap Perubahan Mean Arterial Pressure pada Pasien CHF Rumah Sakit Type A Kalimantan Barat Suhaimi Fauzan; RA Gabby Novikadarti; Ervina Lili Neri; Muhammad Ibnu Kahtan; Sulastri Herdaningsih
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 16 No 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v16i2.1073

Abstract

Pemantauan hemodinamik memiliki peran penting dalam manajemen pasien dengan gagal jantung. Perubahan MAP (Mean Arterial Pressure) harus selalu dalam pemantauan. Penatalaksanaan keperawatan yang dapat dilakukan antara lain istirahatkan klien untuk mengurangi konsumsi oksigen, pantau tanda-tanda vital, edukasikan tentang keadaan yang terjadi pada klien agar tidak timbul kecemasan, atur posisi (positioning) yang nyaman bagi klien. Tujuan:  Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisa Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap Perubahan Mean Arterial Pressure Pada Pasien CHF Rumah Sakit Type A Kalimantan Barat. Metode: penelitian memiliki desain quasy-experimental dengan kelompok kontrol berjenis non-equivalent. Pengukuran data dilakukan pre dan post test. Jumlah sampel yang dibutuhkan sebanyak 80 orang yang terbagi atas 2 kelompok, kelompok kontrol akan diberikan posisi supinasi, sementara kelompok intervensi akan diberikan posisi semi-fowler. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample t test terhadap penilaian nilai pre-post test, sementara menentukan efektivitas kedua kelompok, dilakukan pengujian menggunakan independent sample t test. Hasil : Uji statistik paired sample T, pada kelompok intervensi nilai MAP dari pre ke-post, terjadi perbedaan dengan significant  nilai P = 0,013, (P < 0.005),  sedangkan kelompok kontrol nilai MAP dari pre-post tidak terjadi perbedaan dengan  nilai P= 0,980, (P>0.005). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian reposisi pasien dengan semi-fowler  terhadap perubahan tekanan MAP.