Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Leadership Practices and Service Quality at Ins Beauty Aesthetic: Qualitative Case Study Muhammad Faris Rahman Setiawan; Darmawan Setiawan
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 2 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i2.2276

Abstract

The rapid growth of the beauty industry requires aesthetic clinics to improve the quality of service as an effort to maintain competitiveness and customer satisfaction. Although Islamic leadership has been widely studied in the education, Islamic banking, and health service sectors, its implementation in the context of beauty clinics is still relatively limited. This study aims to analyze the implementation of Islamic leadership at INS Beauty Aesthetic and its implications for improving service quality. The research uses a qualitative approach with an analytical descriptive method. Data was obtained through indepth interviews, observations, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results of the study show that the principles  of tawhid, shura, 'adl, amanah, and ihsan have been implemented in leadership and service practices at INS Beauty Aesthetic. These values are realized through honesty in delivering information, participatory decision-making, fair treatment of customers, responsibility for maintaining service safety, and providing friendly and attentive service. The analysis shows that the implementation of Islamic leadership is in line with the concept of SERVQUAL because it supports strengthening the dimensions  of assurance, responsiveness, reliability, and empathy. Thus, Islamic leadership not only functions as an ethical and spiritual foundation, but also contributes significantly to building service quality and enriching the study of Islamic leadership in the beauty service industry. 
- Pembelajaran Lapangan sebagai Media Edukasi Pertanian Berkelanjutan di P4S Puri Leisa Samarinda Muhammad Faris Rahman Setiawan; Siti Saijah; Fenty Fauziah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8855

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi masih didominasi oleh pendekatan teoritis sehingga belum sepenuhnya memberikan pengalaman kontekstual kepada mahasiswa dalam memahami praktik pertanian berkelanjutan. Kondisi ini menyebabkan kesenjangan antara pengetahuan akademik dan penerapannya di lapangan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran lapangan sebagai media edukasi pertanian berkelanjutan serta mengidentifikasi pemahaman dan respons peserta terhadap kegiatan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, diskusi, dokumentasi, dan refleksi peserta. Kegiatan dilaksanakan di P4S Puri Leisa Samarinda pada tanggal 12 April 2026 dengan melibatkan 27 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran lapangan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep pertanian berkelanjutan secara lebih konkret dan aplikatif, serta mendorong keterlibatan aktif dan respons positif terhadap praktik pertanian ramah lingkungan. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Namun demikian, keterbatasan waktu menjadi kendala dalam pendalaman materi secara lebih komprehensif. Dengan demikian, pembelajaran lapangan terbukti menjadi media edukasi yang efektif dalam mengintegrasikan teori dan praktik serta memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan pertanian berkelanjutan.