This Author published in this journals
All Journal Jurnal TekLA
Avito Miftahul Ulum
Teknik perancangan jalan jembatan politeknik negeri bengkalis

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH GENANGAN AIR LAUT TERHADAPĀ KERUSAKAN JALAN ASPAL (AC-WC) Avito Miftahul Ulum; Lizar
Jurnal TeKLA: Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi Vol 8 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/tekla.v8.i1.1759

Abstract

Infrastruktur jalan di kawasan pesisir sering kali mengalami kerusakan dini akibat tergenang air laut akibat banjir rob, salah satunya di Jalan Patimura, Kota Dumai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi durasi perendaman air laut terhadap karakteristik campuran aspal Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) menggunakan metode pengujian Marshall. Bahan yang digunakan meliputi aspal penetrasi 60/70, agregat kasar dan halus dari Tanjung Balai Karimun, serta semen Portland sebagai filler. Seluruh material dasar diuji terlebih dahulu dan dinyatakan memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, ditetapkan Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 5,5% karena memenuhi seluruh parameter teknis dengan nilai stabilitas mencapai 1276,72 kg. Pengujian durasi rendaman air laut dilakukan pada kondisi KAO dengan variasi waktu 1 hari, 7 days, dan 50 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan air laut secara signifikan menurunkan performa campuran aspal seiring bertambahnya waktu. Nilai stabilitas mengalami penurunan dari 2904,28 kg pada hari ke-1 menjadi 2534,01 kg pada hari ke-50, sementara nilai kelelehan (flow) meningkat dari 2,7 mm menjadi 3,8 mm. Peningkatan rongga dalam campuran (VITM) hingga 5,18% mengindikasikan struktur aspal melunak dan menjadi lebih porus. Meskipun nilai Marshall masih memenuhi batas minimum spesifikasi, tren penurunan stabilitas membuktikan air laut mempercepat degradasi aspal. Oleh karena itu, perencanaan jalan di area pesisir membutuhkan sistem drainase yang optimal dan material aspal yang lebih adaptif.