This Author published in this journals
All Journal Sari Pediatri
Selvi Puspa Sari
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Melatonin dan Kloral Hidrat untuk Sedasi pada Anak yang Menjalani Pemeriksaan Elektroensefalografi Achmad Rafli; Silvana Saputri; Selvi Puspa Sari; Ummu Aiman
Sari Pediatri Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp28.2.2026.145-54

Abstract

Latar belakang. Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) pada anak seringkali memerlukan kondisi tidur untuk meningkatkan kualitas rekaman dan hasil diagnostik. Namun, ketidakkooperatifan pasien anak menjadi kendala utama sehingga diperlukan sedasi. Kloral hidrat merupakan agen yang sering digunakan, tetapi memiliki potensi efek samping dan waktu pemulihan yang lebih lama. Melatonin muncul sebagai alternatif dengan profil keamanan yang lebih baik. Tujuan. Menilai efektivitas dan keamanan melatonin dibandingkan kloral hidrat sebagai agen sedasi pada pemeriksaan EEG pada anak. Metode. Studi kasus berbasis bukti ini menggunakan penelusuran literatur melalui PubMed, Cochrane, dan Scopus dengan kata kunci “melatonin”, “chloral hydrate”, “electroencephalography”, dan “children” pada publikasi 5 tahun terakhir. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi berupa uji klinis acak dan tinjauan sistematis dianalisis secara kritis berdasarkan prinsip evidence-based medicine. Hasil. Empat studi yang relevan (dua uji klinis acak dan dua tinjauan sistematis) menunjukkan bahwa melatonin memiliki efektivitas yang sebanding dengan kloral hidrat dalam keberhasilan induksi tidur dan penyelesaian pemeriksaan EEG (RR 0,97; 95% CI 0,89–1,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada onset dan durasi sedasi. Namun, melatonin menunjukkan profil keamanan yang lebih baik dengan efek samping minimal serta waktu pemulihan yang lebih singkat. Sebaliknya, kloral hidrat memiliki keunggulan dalam mencapai fase tidur yang lebih dalam dan mengurangi artefak EEG, tetapi dengan risiko efek samping yang lebih tinggi.Kesimpulan. Melatonin merupakan alternatif yang efektif dan lebih aman dibandingkan kloral hidrat sebagai agen sedasi pada pemeriksaan EEG anak. Melatonin dapat direkomendasikan sebagai pilihan lini pertama, terutama pada pasien dengan risiko respirasi atau ketika pemulihan cepat menjadi prioritas klinis.