Gourami is one of the leading freshwater fish commodities in the Banyumas area, which is included in the largest contributor to national gourami fish production. One of the problems that often arise among Banyumas farmers, such as gourami mortality caused by ectoparasite infestation in fish, requires further monitoring to prevent losses during the cultivation process. The purpose of this study was to detect the presence of ectoparasites in ponds in Tamansari and Singasari villages. This study was conducted using a case study method. Data collection was carried out by directly observing the condition of pond water quality and fish health conditions, followed by fish sampling. Fish samples were taken at two per pond to avoid stress on other fish. The results of this study detected the presence of several ectoparasites that were slightly different in ponds in both villages. Parasites found in Tamansari village were four types of ectoparasites, namely Trichodina sp., Hennegueya sp., Oodinium sp., and Ichtiophirius sp. with dominance values of 5.88%, 82.88%, 2.67%, and 8.55%, respectively. In Singasari village, two types of ectoparasites were found, namely Trichodina sp. and Dactylogyrus sp. 99.37% and 0.62%, respectively. Based on these results, the use of tarpaulin ponds can actually prevent the presence and development of parasites in farmed fish. The water source used must also always be considered. ABSTRAK (Bahasa Indonesia) Ikan gurami merupakan salah satu komoditas unggulan ikan air tawar di daerah Banyumas yang masuk kedalam daerah penyumbang produksi ikan Gurami Nasional terbesar. Salah satu permasalahan yang kerap muncul di kalangan pembudidaya Banyumas, seperti kematian ikan gurami yang disebabkan oleh infestasi ektoparasit pada ikan, perlu dilakukan pemantauan lebih lanjut untuk mencegah kerugian selama proses budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan ektoparasit pada kolam yang berada di desa Tamansari dan Singasari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan meninjau secara langsung kondisi kualitas air kolam dan kondisi kesehatan ikan, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel ikan. Sampel ikan diambil 2 ekor per kolam untuk menghindari stres pada ikan yang lainnya. Hasil penelitian ini mendeteksi keberadaan beberapa ektoparasit yang sedikit berbeda pada kolam di kedua desa. Parasit yang ditemukan desa Tamansari sejumlah empat jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp., Hennegueya sp., Oodinium sp., dan Ichtiophirius sp. dengan nilai dominasi masing-masing 5,88%, 82,88%, 2,67%, dan 8,55% serta pada desa Singasari ditemukan dua jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp., dan Dactylogyrus sp. 99,37 %, 0,62 %. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan kolam terpal sejatinya dapat mencegah keberadaan dan perkembangan parasit pada ikan budidaya. Sumber air yang digunakan juga harus selalu diperhatikan.