Rheina Arfiandita
Politeknik Indonusa Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR KELENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT PASIEN BEDAH RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUNG KARNO KOTA SURAKARTA Rheina Arfiandita; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Aries Widyoko
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/yeq5qx06

Abstract

Kelengkapan pengisian informed consent merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rekam medis di rumah sakit. Ketidaklengkapan pengisian informed consent dapat berdampak pada aspek administrasi, mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan pengisian informed consent pasien bedah rawat inap serta faktor yang memengaruhinya berdasarkan Theory of Planned Behavior di Rumah Sakit Umum Daerah Bung Karno Kota Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian sebanyak 300 dokumen informed consent pasien bedah rawat inap yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan checklist dan wawancara mendalam terhadap Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), Profesional Pemberi Asuhan (PPA), dan kepala ruang rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan Theory of Planned Behavior yang meliputi attitude toward the behavior, subjective norm, dan perceived behavioral control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelengkapan pengisian informed consent masih belum mencapai standar ideal 100%. Review autentifikasi memiliki tingkat kelengkapan tertinggi sebesar 96,23%, sedangkan review identifikasi memiliki tingkat ketidaklengkapan tertinggi sebesar 33%. Faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian informed consent meliputi sikap positif tenaga kesehatan terhadap pentingnya informed consent, adanya dorongan dari pimpinan dan rekan kerja, serta hambatan berupa tingginya beban kerja, keterbatasan waktu pelayanan, dan sistem pengisian yang masih manual. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian informed consent masih perlu ditingkatkan melalui evaluasi rutin, sosialisasi, monitoring, serta penerapan sistem reward and punishment guna meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengisian dokumen rekam medis.