Pemasaran digital memberi peluang bagi apotek independen untuk memperluas akses layanan dan komunikasi dengan pelanggan, tetapi penerapannya harus menjaga ketepatan informasi stok serta mematuhi regulasi kefarmasian. Menganalisis strategi pemasaran digital berbasis SOSTAC pada Apotek Enggal Waras dan kontribusi yang dipersepsikan terhadap omzet serta prospek bisnis. Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini dilaksanakan di Apotek Enggal Waras, Semarang, pada Juni–Agustus 2026. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan penelusuran catatan omzet penjualan. Informan kunci meliputi Apoteker Pengelola Apotek, tenaga kefarmasian, tenaga hubungan masyarakat/pemasaran digital, dan 30 pelanggan aktif. Data dianalisis menggunakan kerangka SOSTAC dan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña; kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Apotek memanfaatkan Instagram, Facebook, WhatsApp Business, Google Business Profile, Shopee, Tokopedia, TikTok, dan Halodoc. Analisis SOSTAC menunjukkan penggunaan komunikasi edukasi dan promosi multikanal, supervisi apoteker, pembaruan stok berkala, serta pemantauan interaksi, respons pelanggan, perkembangan omzet, ketepatan stok, dan kepatuhan regulasi. Wawancara dan dokumen mengindikasikan kontribusi yang dipersepsikan terhadap jangkauan pelanggan, frekuensi transaksi, dan omzet, terutama pada obat bebas, suplemen, dan produk kesehatan. Namun, penelitian tidak menyajikan estimasi numerik omzet sebelum dan sesudah penerapan strategi. SOSTAC menyediakan kerangka terstruktur untuk pengelolaan pemasaran digital apotek. Kontribusinya terhadap omzet perlu dimaknai sebagai temuan kualitatif dan dikonfirmasi melalui penelitian kuantitatif.